untukmengembangkan material cara pembuatan beton. Pemakaian serat dalam campuran beton sudah cukup lama dilakukan, namun karena ketersediaannya semakin menurun, maka dikembangkan berbagai kreasi macam percobaan mixdesign beton, salah satunya adalah dengan penggunaan serat eceng gondok sebagai bahan tambahannya. Eceng gondok yang sudah
– Eceng gondok merupakan salah satu tumbuhan yang hidup di air, teman-teman. Eceng gondok biasanya dimanfaatkan jadi bahan baku kerajinan, lo! Kira-kira, bagaimana tahap awal eceng gondok dapat dijadikan bahan baku kerajinan, ya? Cari tahu tahap awal pengolahan eceng gondok hingga bisa jadi bahan baku kerajinan, yuk! Eceng Gondok, si Gulma yang Jadi Bahan Kerajinan Sebelum mencari tahu tahap awal eceng gondok menjadi kerajinan, kita kenali tentang enceng gondok dulu, ya. Di Republic of indonesia, ada tiga jenis eceng gondok, yautu eceng gondok sungai, rawa, dan kolam. Eceng gondok tumbuh sangat cepat, sehingga bisa memenuhi permukaan air. Nah, karena kecepatan pertumbuhannya itu menganggu, eceng gondok disebut gulma yang berpotensi merusak ekosistem perairan. Sebabnya, apabila eceng gondok menutupi seluruh permukaan air, cahaya matahari yang masuk ke dalam air jadi berkurang dan menganggu kehidupan di bawah air. Tapi, kalau eceng gondok sudah dijaring dari air, eceng gondok bermanfaat. Salah satu manfaat eceng gondok adalah bisa dikreasikan sebagai bahan dasar anyaman. Baca Juga Gerabah Ouw Sempe Belanga, Ketahui Asal-Usul dan Makna Sempe Belanga bagi Masyarakat Ouw, yuk! Tahap Awal Eceng Gondok dapat Dijadikan Bahan Baku Kerajinan Menyiapkan Bahan dan Alat Kerajinan Eceng Gondok Tahap awalnya, kita harus menyiapkan eceng gondok kering. Eceng gondok yang sudah kering inilah yang bisa dijadikan bahan baku kerajinan. Kemudian, peralatan yang dibutuhkan adalah papan, kayu, gergaji, martil, paku, bahan kain, alat penjepit, gunting, pernis, kuas, dan lem. Menyiapkan Bahan Baku Eceng Gondok Kering Nah, untuk bahan baku eceng gondok, mula-mula eceng gondok diambil dari permukaan air, teman-teman, misalnya dari danau atau sungai. Caranya dengan memotong batang eceng gondok, kemudian bagian daunnya dibuang. Eceng gondok yang baik untuk dibuat anyaman, biasanya memiliki tinggi sekitar 30 sentimeter, ukurannya besar, dan sudah tua. Kemudian, batang eceng gondok dijemur di bawah cahaya matahari sampai kering, di atas alas plastik atau terpal. Batang eceng gondok ini dikeringkan selama ii – 3 hari atau satu minggu, hingga benar-benar kering, sehingga mudah untuk dianyam. Supaya kering merata, eceng gondok juga perlu dibolak-balik, nih. Kemudian, batang eceng gondok juga harus terjaga dari air, supaya tidak berjamur. Nanti, eceng gondok yang kering berubah warna menjadi warna cokelat. Baca Juga Keren! Gitar dan Alat Musik Ini Terbuat dari Bahan Pembuat Genting Proses Penganyaman Eceng Gondok Setelah eceng gondok kering tersedia, barulah proses membuat kreasi eceng gondok bisa dimulai. Batang eceng gondok kering dipotong-potong supaya rapi, kemudian di-printing supaya pipih, menggunakan alat dari bambu. Sesudah dipipihkan, batang eceng gondok kering bisa langsung dianyam atau bentuk dan ukurannya disesuaikan dengan kreasi apa yang akan dibuat. Misalnya ada yang dipilin hingga menyerupai tali tambang. Nah, kemudian, bahan baku ini bisa dikreasikan menjadi berbagai kerajinan, seperti tas anyam, tempat tisu, kotak penyimpanan, hingga papan meja. Supaya bisa membentuk pola kerajinan yang berbeda, ada cetakan yang dibuat dengan papan kayu, yang jadi alat bantu menganyam. Nantinya, pola anyaman dibuat dengan menyesuaikan cetakannya. Supaya anyamannya kuat, pengrajin akan menggunakan lem sebagai perekat. Kemudian, setelah bentuk anyaman menutupi cetakan dan cetakan dikeluarkan, hasil anyaman itu diberi pernis agar warnanya semakin menarik. Lalu, tinggal dijemur, deh! Setelah itu, kita bisa menambahkan aksesoris tambahan dari bahan kain yang sudah disiapkan. Baca Juga Bukan Sekadar Aksesoris, Ada Makna di Balik Manik-Manik Suku Dayak —– Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dunia satwa, dan komik yang kocak, langsung saja berlangganan majalah Bobo, Mombi SD, NG Kids dan Album Donal Bebek. Caranya melalui Atau teman-teman bisa baca versi elektronik e-Magz yang dapat diakses secara online di Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Untukmengurangi berbagai masalah yang disebabkan pertumbuhan eceng gondok di badan air (sungai / danau) yang tak terkendali, telah dilakukan penelitian kemungkinan pemanfaatan serat eceng gondok untuk bahan baku tekstil. Studi dilakukan dalam 3 fase yaitu : 1. Pemisahan serat secara dekortikasi 2.Karakteristik kimia dan struktur serat. 3.pembuatan tekstil dari
Jakarta Pematangan buah adalah awal dari kebusukan. Itulah yang disampaikan ahli genetik dan biokimia Harry Klee dari University of Florida, Gainesville, Amerika Serikat. Tahap-tahap pematangan buah meliputi matang, terlalu matang, dan busuk. Ketika buah menjadi matang, proses menuju pembusukan akan terjadi. 12 Manfaat Buah Pepaya Untuk Kesehatan dan Wajah, Tak Cuma Buat Pencernaan Rajin Makan 4 Buah Ini Bakal Dongkrak Perasaan Bahagia Tidak Mesti Buah, Camilan Sehat Itu Harus seperti Ini Seiring perkembangan teknologi di bidang pertanian, buah-buahan yang dibawa menuju pabrik industri atau lokasi tempat pematangan buah punya cara mencegah buah menjadi terlalu matang, bahkan busuk. Pada jurnal berjudul Artificial ripening of fruits—misleading ripe and health risk, yang ditulis Abhishek dan Venkatesh, pematangan adalah proses fisiologis, yang membuat buah lebih layak dimakan, enak, dan bergizi. Pada umumnya, buah yang matang menjadi lebih manis, kurang hijau, dan lebih lembut. Tingkat keasaman juga rasa manis meningkat selama pematangan. Buah pun tetap terasa lebih manis, menurut Abhishek dan Venkatesh dari jurnal yang dipublikasikan Everyman’s Science tahun 2016. Untuk mencegah buah busuk dalam perjalanan, upaya mengontrol dan mengendalikan etilen ethylene dapat dilakukan. Etilen adalah senyawa organik alamiah yang terlibat dengan pematangan buah. Etilen yang berbentuk gas diproduksi tanaman dari asam amino metionin. Etilen meningkatkan kadar intraseluler enzim tertentu sehingga buah matang dan segar. Etilen berbentuk gas yang menguap dari dalam buah. Ahli teknologi pangan Purwiyatno Hariyadi menjelaskan, ada sebuah alat khusus berupa penyedot di dalam truk buah maupun kendaraan lain digunakan menyedot gas etilen. Pada kondisi ini, truk atau kendaraan pengangkut buah dalam keadaan tertutup. “Selama perjalanan panjang, ada cara buah-buahan yang diangkut tidak terlalu matang, apalagi sampai busuk. Ada alatnya berupa penyedot. Gas etilen-nya dari buah disedot. Jadi, buahnya jangan sampai terlalu matang,” jelas Hariyadi kepada Health melalui sambungan telepon, Jumat, 1 Februari 2019. Saksikan video menarik berikut iniRestoran Alpukat Pertama di EropaHambat produksi etilenCaranya hambat produksi etilen. Foto iStockphotoPenyedotan gas etilen juga mengendalikan etilen yang ada pada buah. Hal ini menjaga buah tetap terjaga segar dan tidak terlalu matang saat tiba di lokasi tujuan. Pengendalian gas etilen termasuk salah satu upaya penanganan buah pasca panen. Ada juga teknologi lain semacam ada komponen tertentu untuk memblok kerja etilen alami. “Memblok kerja etilen ini agar kerja etilen terhambat. Saat tiba di lokasi tujuan dilakukan penambahan etilen kembali untuk mempercepat kematangan,” lanjut Hariyadi, yang menekuni bidang Food Process and Engineering Laboratory di Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat Dosen yang menjadi salah satu penulis buku berjudul “Dasar-Dasar Penanganan Pasca Panen Buah dan Sayur” terbitan Alfabeta tahun 2016 menyampaikan, buah yang akan dibawa atau ditransportasikan ke tempat yang jauh, buah dipanen dalam keadaan unripe buah mentah. Artinya, buah dalam keadaan tidak matang. Kemudian buah disimpan pada kondisi yang memungkinkan produksi etilen dihambat. Selain penyedotan gas etilen, penggunaan suhu rendah bisa diterapkan. Suhu termasuk faktor yang memengaruhi kerja etilen. Suhu rendah maupun tinggi dapat menekan produksi etilen, tulis Hariyadi dalam bukunya. Ketika suhu rendah, kinerja etilen akan semakin rendah. Teknik penggunaan suhu rendah ini sering dilakukan untuk menyimpan buah-buahan. Suhu yang rendah dapat memperpanjang daya simpan buah-buahan. Buah bisa tahan lama berhari-hari dan tetap etilen buatanAlpukat juga gunakan etilen buatan. copyright RawpixelProses lebih lanjut untuk mengontrol buah-buahan agar tak cepat busuk dengan penggunaan etilen buatan artificial ethylene. Buah mentah dapat diberi etilen buatan untuk mempercepat proses pematangan buah. Pematangan buah berbeda-beda. Oleh karena itu, etilen bisa digunakan untuk mematangkan buah secara bersamaan. Buah matang dalam waktu yang sama dan siap dikonsumsi masyarakat. Teknik pemberian etilen sudah wajar dilakukan industri pangan. Dalam panduan Guidance Note on Artificial Ripening of Fruits, yang dipublikasikan Food Safety Helpline tahun 2018, Food Safety and Standards Authority of India FSSAI menyetujui, adanya penggunaan etilen buatan untuk mempercepat pematangan buah. Petunjuk penggunaan etilen buatan juga diatur dalam batas aman. “Ada etilen penambahan dari luar etilen buatan untuk mempercepat buah matang. Agar buahnya matang dan saat dipasarkan itu segar. Yang pasti buah harus siap dikonsumsi saat kita hendak membeli buah di supermarket,” Hariyadi menambahkan. Jenis etilen buatan berbeda-beda. Di negara berkembang, penggunaan agen pematangan berbiaya rendah, seperti kalsium karbida, etefon, dan oksitosin, menurut Abhishek dan Venkatesh. Hal itu mempercepat pematangan buah dan untuk ukuran buah bertambah. Kalsium karbida adalah satu agen pematangan yang paling umum digunakan untuk buah-buahan, sedangkan garam kalsium lainnya seperti kalsium ammonium nitrat, kalsium klorida, dan kalsium sulfat digunakan juga digunakan di industri buah lokal untuk menunda pematangan buah. Sayangnya, kalsium karbida sangat berbahaya karena mengandung jejak arsenik dan fosfor. Setelah dilarutkan dalam air akan menghasilkan gas asetilena. Gas ini bertindak mirip etilen, yang mempercepat proses pematangan. Beberapa buah yang biasa diberi etilen buatan di antaranya, pisang, lemon, melon, dan aman konsumsi buahCara aman konsumsi buah. iStockphotoPemberian etilen buatan, lanjut Hariyadi, dalam konsentrasi yang kecil. Contohnya, kiwi diberi etilen buatan sebesar 10 ppm dengan suhu ruangan 18-21 derajat Celcius. Paparan etilen selama 24 jam sudah membuat kiwi matang. Ada juga alpukat yang diberi etilen buatan 10 ppm dan baru bisa matang antara 24-72 jam. “Kalau proses matang buah dengan penambahan etilen dari luar etilen buatan tergantung masing-masing buah. Pengaruh sama suhu juga, yang mana suhu harus hangat,” tambah Hariyadi. Etilen buatan bisa dibilang mengatur dan mengendalikan kematangan buah. Pematangan buah sesuai kehendak. Dalam batas konsentrasi, etilen buatan, kata Hariyadi, aman saat manusia makan buah yang matang dengan etilen buatan. Sementara itu, pakar buah Manish Bakshi dan Vikas Sharma dari India mengatakan, etilen buatan, seperti kalsium karbida menyebabkan gangguan perut, baik gangguan lambung dan kinerja usus. Ciri-ciri buah yang matang secara buatan menggunakan kalsium karbida etilen buatan, yaitu Buah-buahan berwarna seragam, tetapi tidak terlalu menarik. Aroma buah ringan dengan ketajaman yang normal. Meskipun buah-buahan mungkin terlihat matang, namun inti bagian dalamnya masam. Buah punya umur simpan pendek dan bercak hitam muncul di kulit buah dalam 2-3 hari. Manish Bakshi dan Vikas Sharma menyampaikan, tindakan pencegahan untuk buah yang matang dengan etilen buatan, dilansir dari Daily Excesior. Cuci buah dengan seksama selama beberapa menit dengan air yang mengalir. Ini untuk menghilangkan partikel kimia dari kulit buah. Buah-buahan seperti mangga dan apel sebaiknya dipotong-potong sebelum dikonsumsi daripada dimakan secara langsung. Sejauh mungkin, buah-buahan harus dikupas sebelum dikonsumsi. * Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Tahap3 Pembuatan Edible dengan Penambahan Indikator Pewarna Kesegaran Ikan dan Indokator Kandungan Formalin. Tahap kedua dilakukan dengan penambahan bahan pewarna alami dan sintetik pada formulasi film kitosan untuk menghasilkan film indikator warna. Sebanyak 100 g bahan pewarna (kubis ungu dan kunyit) diolah untuk mengambil ekstrak warna.
23. Rantai makanan Ganggang hijau → ikan mujair → ikan lele →→ ular → elang. Ikan mujair dan ular berperan sebagai ..... a. konsumen I dan konsumen V … konsumen II dan konsumen IV c. konsumen II dan konsumen V d. konsumen I dan konsumen IV 24. Perhatikan gambar berikut! Apabila semua tikus pada jaring-jaring makanan di atas mengalami kematian akibat dibasmi oleh petani, yang terjadi adalah.... a. populasi ular dan belalang meningkat b. populasi jagung dan burung kecil menurun populasi ular dan kucing menurun populasi kucing dan elang meningkat 25. Interaksi berikut yang termasuk contoh simbiosis komensalisme adalah **- tali putri dengan tanaman inangnya b. pohon anggrek dengan pohon inangnya c. burung gagak pada punggung sapi d. bunga bangkai dengan pohon inangnya 26. Pada tanaman beluntas terdapat tumbuhan tali putri. Pola interaksi yang terjadi antara tanaman beluntas dengan tali putri adalah.... saling menguntungkan b. satu untung dan yang lain rugi c. bersaing pada suatu daerah d. satu untung dan yang lain tidak dirugikan ****. 28. Salah satu tumbuhan endemik yang ada di Papua adalah a. Calamus caesius b. Tectona grandis c. Swietenia mahagoni Pometia pinnata a. spesies b. ordo 27. Cermati nama Latin dari beberapa jenis tumbuhan berikut! 1 Citrus maxima jeruk bali 2 Citrus nobilis jeruk keprok 3 Citrus aurantifolia jeruk nipis Ketiga tumbuhan tersebut menunjukkan adanya keanekaragaman hayati dalam tingkat .... c., familia X genus 29. Perhatikan ciri-ciri tumbuhan berikut! 1 Banyak hewan berkantung. 2 Mamalia berukuran kecil. 3 Terdapat berbagai macam kera. 4 Jenis burung berwarna indah dan beragam. Berdasarkan ciri-ciri di atas, keunikan hewan-hewan yang termasuk tipe oriental [HOTS] ditunjukkan oleh nomor ..... a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 X 2 dan 3 d. 2 dan 4 30. Berikut hewan endemik yang berasal dari Sulawesi dan Nusa Tenggara adalah. tarsius dan anoa b. kanguru dan merak c. burung cendrawasih dan harimau d. badak dan orang utan 31. Badak bercula satu merupakan hewan endemik di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Cara pelestarian hewan tersebut agar tetap lestari adalah.... [HOTS] a. memindahkan badak bercula satu ke kebun binatang secara besar- besaran Xmenjaga kelestarian kawasan tempat tinggalnya agar menjadi habitat yang aman bagi badak bercula satu c. menjual anakan badak bercula satu dengan harga mahal d. memusnahkan hewan lain agar badak bercula satu dapat berkembang lebih leluasa 32. Penggunaan pestisida yang berlebihan tidak baik untuk keanekaragaman hayati, sebab .... a. menurunkan biodiversitas b. menambah variasi X memusnahkan biogeokimia d. mempertahankan keanekaragaman hayati​
BABII. TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian Terdahulu . Penelitian Dwi Fajar Wicaksono, Bambang Rahadi W, Liliya Dewi Susanawati tentang “ Evaluasi Tingkat Pencemaran Air Limbah Cair Pabrik Kertas di Sungai Klinter Kabupaten Nganjuk” Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sejauh mana kandungan yang terdapat di Sungai Klinter pada jarak 0 m sampai dengan 1500 m dari lokasi
Penymakan lalu di bungkus dalam plastik dengan ketatsemoga membantu ❤Follow aku yaKasih jawaban tercerdas Ya Pertanyaan baru di Ekonomi Kesempatan antara merupakan hal-hal yang berkaitan dengan pilihan tempat yang menawarkan komoditas yang sama. hal yang dipertimbangkan perusahaan untu … k suplai bahan baku terkait kesempatan antara adalah? 10. Koperasi "Amanah" yang bergerak pada bidang usaha simpan pinjam pada tahun 2020 mempunyai SHU Rp 200 000 000,-. Total simpanan anggota Rp 60 000 0 … 00,- dan total pinjaman anggota Rp 80 000 000,-. Berdasarkan keputusan rapat anggota, SHU dialokasikan untuk -Dana cadangan 20% - Dana pengelola 5% -Dana pengurus 10% - Jasa simpanan 30% -Dana pengawas 5% Jasa usaha 30% Rian sebagai anggota koperasi tersebut, memiliki simpanan Rp 6 000 000,- dan meminjam dana dikoperasi sebesar Rp 8 000 Hitunglah besarnya masing-masing SHU yang diterima Rian pada akhir tahun! ​ 2. dua perusahaan yang menghasilkan barang sejenis sepakat untuk mendirikan kartel. permintaan pasar yang dihadapi adalah q = 120 -10p dimana q = outp … ut yang dihasilkan perusahaan dan p = harga. informasi lainnya adalah perusahaan i perusahaan ii mc1 = 4 0,2q1 mc2 = 2 0,2q2 ac1 = 2 0,1q1 ac2 = 2 0,1q2 a. tentukan output kartel agar dicapai keuntungan yang maksimum? b. berapa besarnya harga pasar yang dihadapi kartel? c. berapa besarnya harga untuk masing-masing output yang dihasilkan oleh tiap perusahaan untuk mencapai keuntungan yang maksimum? Salma memperoleh penghasilan per bulan. Sebagian penghasilan tersebut ia tabung dan sebagian lagi digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehar … i-hari. Saat penghasilannya naik 10 %, Salma berusaha memenuhi kebutuhan tersiernya. Berdasarkan pernyataan tersebut, alasan memegang uang yang dilakukan Salma adalah motif ............... Jelaskan maksud dari kegiatan rumah tangga
Sebabnya apabila eceng gondok menutupi seluruh permukaan air, cahaya matahari yang masuk ke dalam air jadi berkurang dan menganggu kehidupan di bawah air. Tapi, kalau eceng gondok sudah dijaring dari air, eceng gondok bermanfaat. Salah satu manfaat eceng gondok adalah bisa dikreasikan sebagai bahan dasar anyaman.
27. Agar tidak busuk maka serat enceng gondok harus melalui tahap ....pencucian c. pewarnaanb. pengeringan d. perendamanIonin nornt kain yang mengandung lanisana.​ Jawaban jika melalui proses pengeringan maka serat eceng gondok tidak akan membusuk. Jawaban KLO SLH,OH IYA BNTU FOLLOW IG DN TIKTOK KU YA NNTI KU FOLLBACK.NAMA IGPecinta_Hewan_Indonesi4NAMA TIKTOKPecinta_Hewan_Indonesia
62.3 Peranan Kehati Mikroba untuk Obat6. 3 Sumber Energi Terbarukan 2076. 4 Jasa Ekosistem (Ekosistem services) 2106.4.1 Binatang Penyerbuk (Polinator) untuk Meningkatkan ProduksiPertanian dan Konservasi tumbuhan Berbunga (Angiospermae)6.4.2 Binatang sebagai pemencar biji untuk konservasi ekosistem6.4.3 Mikroba sebagai agen pupuk organik hayati
Agar tidak busuk, maka serat eceng gondok harus melalui tahap..
Mustardharus dipotong sebelum mulai mekar, sehingga batang tidak punya waktu untuk menjadi kasar (serat kasar diproses lebih lambat). Setelah 5-6 minggu setelah disemai, perlu diputus, jika diinginkan, Anda dapat menuangkan "Baikal EM-1" dengan bio-pupuk, itu akan mempercepat proses pemisahan selanjutnya dari bahan hijau organik di dalam tanah.
syifahamasatuzzakiah syifahamasatuzzakiah Jawaban Akar di rendam di lumpur yang yg mengandung airPenjelasan Tanaman eceng gondok tidak akan rusak atau membusuk jika akar2 ny selalu direndam dalam air ataupun berasa di dalam lumpur yg mengandung air yang benar adalah pencucian, krna apa ? emang kalau kaki anda kena tai lincung ga di cuci ga bsuk? ya di cuci lah , jawabnya pencucian kkasmi090-Waalaikumsalamm Yang bnr perendaman, Karena Enceng gondok mengapung di air/ terendam di dalam air yg bnr yg mana assalamualaikum kaka
Prosesproduksi kerajinan dari bahan serat menggunakan beberapa teknik-teknik. Adapun teknik dasar dalam keterampilan kerajinan tekstil terdiri dari teknik menenun, menjahit, mengikat. Pembuatan produk dari kerajinan perlu memahami seperti apa karya yang berkualitas. Proses pembuatannya harus mengacu pada persyaratan.
Hans Hillewaert/Wikimedia Commons Ilustrasi tanaman eceng gondok di sungai – Eceng gondok merupakan salah satu tumbuhan yang hidup di air, teman-teman. Eceng gondok biasanya dimanfaatkan jadi bahan baku kerajinan, lo! Kira-kira, bagaimana tahap awal eceng gondok dapat dijadikan bahan baku kerajinan, ya? Cari tahu tahap awal pengolahan eceng gondok hingga bisa jadi bahan baku kerajinan, yuk! Eceng Gondok, si Gulma yang Jadi Bahan Kerajinan Sebelum mencari tahu tahap awal eceng gondok menjadi kerajinan, kita kenali tentang enceng gondok dulu, ya. Di Indonesia, ada tiga jenis eceng gondok, yautu eceng gondok sungai, rawa, dan kolam. Eceng gondok tumbuh sangat cepat, sehingga bisa memenuhi permukaan air. Nah, karena kecepatan pertumbuhannya itu menganggu, eceng gondok disebut gulma yang berpotensi merusak ekosistem perairan. Sebabnya, apabila eceng gondok menutupi seluruh permukaan air, cahaya matahari yang masuk ke dalam air jadi berkurang dan menganggu kehidupan di bawah air. Tapi, kalau eceng gondok sudah dijaring dari air, eceng gondok bermanfaat. Salah satu manfaat eceng gondok adalah bisa dikreasikan sebagai bahan dasar anyaman. Baca Juga Gerabah Ouw Sempe Belanga, Ketahui Asal-Usul dan Makna Sempe Belanga bagi Masyarakat Ouw, yuk! Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
PKMGT 10 IPB Siti Pemanfaatan Serat Eceng. PPM Al-Ihya Cigugur. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper. 27 Full PDFs related to this paper. Read Paper. Download Download PDF. Download Full PDF Package.
Concrete is a material that is widely used and is a major element in buildings. The use of fiber in the mixture of concrete has been done long enough, but because its availability is declining, then developed various kinds of concrete mix design experiments, one of them is the use of water hyacinth fiber as an additional material. This research will be conducted in accordance with Indonesian Standard SK SNI and foreign standard ASTM. The test object consists of a cylindrical test with the diameter of 15 cm and a height of 30 cm, and it is developed to 4 mixture variations with the amount of 2%, 4%, 6%, 8%, of total cement. The mechanical properties of concrete is being tested include concrete compressive strength. Itis tested at the age of 7 days, and then converted at 28 days, using test objects mixed with different fiber variations. The results of the test are compressive strength test with 2% variation is 7,54MPa, compressive strength testwith 4% variation is 6,74 Mpa, compressive strength with 6% variation is 4,58 Mpa, compressive strength with 8% variation is MPa. Maximum concrete compressive strength occurs in 2% fiber mixture, while the minimum concrete compressive strength occurs in 8%. From these results, it can be concluded that the addition of water hyacinth fiber to the mixture for low quality concrete has not been able to increase its compressive strength. Keywords Fiber, Water Hyacinth, Concrete Compressive Strength. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free UkaRsT TAHUN 2018 p ISSN 2579-4620 e ISSN 2581-0855 PENGARUH PENAMBAHAN SERAT ALAMI ECENG GONDOK TERHADAP KUAT TEKAN BETON BERKUALITAS RENDAH Nur Affandy 1; Zulkifli Lubis 2 1,2 Fakultas Teknik Universitas Islam Lamonganemail nurazizahpsts djoelslubispsts Abstract This research will be conducted in accordance with Indonesian Standard SK SNI and foreign standard ASTM. The test object consists of a cylindrical test with the diameter of 15 cm and a height of 30 cm, and it is developed to 4 mixture variations with the amount of 2%, 4%, 6%, 8%, of total cement. The mechanical properties of concrete is being tested include concrete compressive strength. Itis tested at the age of 7 days, and then converted at 28 days, using test objects mixed with different fiber variations. The results of the test are compressive strength test with 2% variation is 7,54MPa, compressive strength testwith 4% variation is 6,74 Mpa, compressive strength with 6% variation is 4,58 Mpa, compressive strength with 8% variation is MPa. Maximum concrete compressive strength occurs in 2% fiber mixture, while the minimum concrete compressive strength occurs in 8%. From these results, it can be concluded that the addition of water hyacinth fiber to the mixture for low quality concrete has not been able to increase its compressive strength. Keywords Fiber, Water Hyacinth, Concrete Compressive Strength. Abstrak Penelitian ini akan dilakukan sesuai dengan Standar SK Indonesia SNI dan standar asing ASTM. Benda uji terdiri dari uji silindris dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, dan dikembangkan menjadi 4 variasi campuran dengan jumlah total semen 2%, 4%, 6%, 8%. Sifat mekanik beton sedang diuji termasuk kekuatan tekan beton. Itu diuji pada usia 7 hari, dan kemudian dikonversi pada 28 hari, menggunakan benda uji dicampur dengan variasi serat yang berbeda. Hasil pengujian adalah uji kuat tekan dengan variasi 2% adalah 7,54MPa, uji kuat tekan dengan variasi 4% adalah 6,74 Mpa, kuat tekan dengan variasi 6% 4,58 Mpa, kuat tekan dengan variasi 8% adalah 3,63 MPa. Kekuatan tekan beton maksimum terjadi pada campuran serat 2%, sedangkan kekuatan tekan beton minimum terjadi pada 8%. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan serat eceng gondok ke dalam campuran beton berkualitas rendah belum mampu meningkatkan kekuatan tekannya. Kata Kunci Serat, Eceng Gondok, Kekuatan Tekan Beton. 1. PENDAHULUAN Beton adalah campuran antara semen Portland atau semen hidrolik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan yang membentuk massa padat, SNI-03-2847-2002. Beton merupakan bahan yang banyak digunakan dan menjadi unsur utama pada bangunan. Kelebihan beton antara lain memiliki kuat tekan yang tinggi dibanding kuat tariknya, mudah dibentuk, tidak memerlukan perawatan khusus, bahan yang mudah didapat dari alam sekitar, dan lebih awet dibandingkan bahan bangunan lain. Semakin banyak beton digunakan sebagai bahan penyusun struktur beton, maka mendorong sebuah bentuk penelitian untuk mengembangkan material cara pembuatan beton. Pemakaian serat dalam campuran beton sudah cukup lama dilakukan, namun karena ketersediaannya semakin menurun, maka UkaRsT TAHUN 2018 p ISSN 2579-4620 e ISSN 2581-0855 dikembangkan berbagai kreasi macam percobaan mixdesign beton, salah satunya adalah dengan penggunaan serat eceng gondok sebagai bahan tambahannya. Eceng gondok yang sudah menutupi sebagian besar wilayah perairan. Perkembangbiakan yang demikian cepat menyebabkan tanaman eceng gondok telah berubah menjadi tanaman gulma di beberapa wilayah perairan di Indonesia. Usaha untuk memberantas tanaman gulma air ini dinilai masih kurang baik dan efektif, karena tingkat pertumbuhannya masih lebih cepat dari pembuangannya. Banyak peneliti melaporkan bahwa eceng gondok dapat menyerap zat pencemar dalam air dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi beban pencemaran lingkungan. Tercatat bahwa dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam Cd, Hg dan Ni sebesar 1,35 mg/g; 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu berada dalam keadaan tidak tercampur dan menyerap Cd 1,23 mg/g, 1,88 mg/g, dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam – logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain dalam air Aningsih, 1991. Kandungan selulosa Cross and Bevan eceng gondok sebesar 64,51% dari berat total Joedodibroto, 1983. 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan cara eksperimen, pengujian dilaboratorium teknik universitas islam lamongan. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan kuat tekan beton tanpa bahan tambahan serat selulosa eceng gondok sebagai bahan penambah mix design beton. benda uji untuk penelitian ini menggunakan masing-masing benda uji sebanyak 3 benda uji. untuk campuran serat masing-masing 0%2%4%6%8% dengan menggunakan Menggunakan silider diameter 15 cm dengan tinggi 30 cm, dan beton akan diuji pada umur 7 hari, dan sesudah itu akan dilakukan perhitungan konversi beton untuk mengetahui kuat tekan beton pada umur 28 hari dan kemudian diambil datanya. Teknik pengumpulan data A. Eksperimen Eksperimen adalah suatu kegiatan bersifat ilmiah yang bertujuan memperoleh data berdasarkan hasil penelitian. B. Studi literatur Studi literatur adalah mencari data-data maupun informasi yang berkaitan dengan penelitian melalui membaca buku maupun internet sebagai sumber acuan dalam penelitian. Pelaksanaan penelitian A. Bahan Bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembuatan benda uji adalah • Semen Portland • Agregat kasar UkaRsT TAHUN 2018 p ISSN 2579-4620 e ISSN 2581-0855 • kerikil • Agregat halus pasir • Serat alami eceng gondok • Air tawar B. Peralatan Peralatan yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah • Alat pencampur bahan - Concrete mixer - Sekop /sendok semen • Cetakan silinder beton • Mesin tekan hidrolis untuk menguji kuat tekan beton. Diagram Alir Penelitian UkaRsT TAHUN 2018 p ISSN 2579-4620 e ISSN 2581-0855 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses pengujian benda uji dlakukan dilaboratorium Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan. Benda uji yang digunakan adalah silinder dengan ukuran tinggi 30 cm dan diameter 15 cm sebanyak 3 buah untuk setiap sample campuran beton kemudian diuji kuat tekan pada umur 7 hari, yang akan dikonversikan ke umur 28 hari . Diharapkan dengan penambahan serat alami eceng gondok terhadap campuran beton bisa menambah kuat tekan beton. berikut merupakan hasil pengujiannya. Hasil Uji Slump UkaRsT TAHUN 2018 p ISSN 2579-4620 e ISSN 2581-0855 Gambar 2. Hasil Slump Test Sumber Hasil Analisa, 2018 Berdasarkan data penelitian bahwa diperoleh nilai Slump dari beton tanpa campuran serat ecemg gondok sebesar 7 cm. dengan campuran 2%, serat didapat nilai 6,5 cm, campuran 4% didapat nilai 5,5 cm, campuran 6% didapatkan nilai 6 cm. dan pada campuran 8% didapat nilai 5 cm. dari keempat campuran beton diatas dapat disimpulkan bahwa nilai slump yang diperoleh dapat dianggap kurang baik, karena syarat nilai slump yang baik kisaran antara 8-12 cm. Grafik Kuat Tekan Tegangan Hancur 28 Hari Gambar 4. Grafik Kuat Tekan Tegangan Hancur Umur 28 Hari Sumber Hasil Analisa, 2018Dari grafik di atas diketahui nilai kuat tekan beton yang sudah dikonversi ke 28 hari. Tanpa serat Normal diperoleh nilai rata-rata sebesar 9,31 Mpa. campuran serat 2%, diperoleh rata- rata UkaRsT TAHUN 2018 p ISSN 2579-4620 e ISSN 2581-0855 7,54 Mpa, nilai ini menurun 19% jika dibanding non serat. campuran 4% diperoleh nilai rata-rata 6,74 Mpa, nilai ini menurun 28% jika dibanding dengan non serat. Campuran 6% diperoleh rata-rata 4,58 Mpa, nilai ini menurun 51% jika dibanding non serat. terakhir pada campuran 8% diperoleh nilai rata-rata 3,63 Mpa. Nilai ini menurun 61% jika dibanding dengan non serat. Grafik Hubungan Antara Penambahan Serat terhadap Kuat Tekan Beton Umur 28 Hari Gambar 3. Grafik Kuat Tekan Rata-Rata Umur 28 Hari Dengan Persamaan Regresi Sumber Hasil Analisa, 2018 Pada penulusuran model regresi penambahan serat selulosa eceng gondok terhadap kuat tekan umur 28 hari, diatas diplot dalam grafik dan garis regresi polynomial mulai order 2 sampai dengan order 4 yang dibuat dengan trendline. Titik-titik yang dibuat oleh regresi order 2 sampai dengan order 3 tampak berimpit dan nilai R2 order 2 dan 3 sama, dimana order 4 menunjukkan nilai R2=1. Penulusuran model regresi pengaruh penambahan serat selulosa eceng gondok terhadap kuat tekan beton. Dari hasil penelitian secara umum nilai uji kuat tekan mengalami penurunan pada setiap penambahan serat selulosa eceng gondok mulai variasi 2% sampai 8%. Tabel 1. Hasil Uji Model Kuat tekan umur 28 hari Terhadap % Penambahan Serat Alami Eceng Gondok UkaRsT TAHUN 2018 p ISSN 2579-4620 e ISSN 2581-0855 Dari hasil uji model regresi non linier diatas, dengan penambahan serat eceng gondok terhadap uji kuat tekan beton. hasil uji regresi polynomial mulai order 2 sampai dengan order 4 yang dibuat dengan trendline. Titik-titik yang dibuat oleh regresi order 2 diperoleh R2= Order 3 diperoleh R2= sampai pada order 4 menunjukkan nilai R2=1. 4. KESIMPULAN dan SARAN Kesimpulan Pembuatan beton Telah diuji Di Laboratorium Fakultas Teknik Sipil Universitas Islam Lamongan UNISLA. dan setelah melalui tahap-tahap dari awal sampai akhir, menggunakan campuraan serat eceng gondok varian 2%,4%,6%,8% yang dicampur dalam komposisi beton dapat di tarik kesimpulan 1. Berdasarkan data dan analisa dari hasil pengujian di laboratorium, bahwa seratalami eceng gondok tidak dapat digunakan sebagai bahan tambah dalam mix design beton. Dikarenakan dengan penambahan serat eceng gondok akan mengakibatkan Memperlambat waktu ikat awal beton. Semakin besar prosentase penggunaan serat maka semakin lama waktu ikat awal yang terjadi. sehingga workability kemudahan dalam pembuatan beton segar semakin rendah. 2. Berdasarkan hasil penelitian uji kuat tekan yang telah dilakukan, beton campuran normal mencapai target kuat tekan rencana pada umur 28 hari. Kuat tekan tertinggi pada campuran serat eceng gondok 2%, yakni dengan kuat tekan 7,54 MPa, sedangkan kuat tekan minimum terdapat pada serat 8%, yakni 3,63 MPa. Dari data demikian dapat dikatakan bahwa semakin banyak penambahan serat eceng gondok yang digunakan sebagai bahan tambah mix design beton, nilai kuat tekan beton akan semakin menurun jika dibandingkan dengan tanpa menggunakan campuran serat. UkaRsT TAHUN 2018 p ISSN 2579-4620 e ISSN 2581-0855 Saran Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyadari masih banyak kekurangan pada penelitian ini, oleh karena itu hasil penelitian ini belum dapat dikatakan sempurna, namun demikian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi mahasiswa/i dalam rangka pembelajaran. Ada beberapa hal yang dapat dipelajari pada penelitian ini dan dapat dilakukan lebih lanjut sebagai acuan atau masukan yang dapat berguna bagi mahasiswa/i atau peneliti lain dan bagi lembaga pendidikan perguruan tinggi, diantara nya adalah 1. mahasiswa/i harus sudah mengetahui kualitas bahan yang digunakan, mampu menghitung kebutuhan komposisi bahan yang digunakan, mengetahui cara menimbang yang ketelitiannya sesuai standart, dan mengetahui campuran komposisi yang benar agar dapat dihasilkan kuat tekan beton yang sesuai dengan yang diharapkan. 2. Serat eceng gondok yang memiliki daya serap tinggi mempengaruhi faktor air semen FAS maka dari itu saya menghimbau agar dilakukan beberapa modifikasi seperti penambahan bahan kimia superplasticizer untuk mengurangi FAS namun beton segar tetap workable untuk pengerjaannya dan dapat mengurangi kadar semen. REFERENSI [1] American Society for Testing Materials. Manual Book of ASTM Standards 2005 Concrete and Aggregate. Philadelphia, ASTM 2005. [2] Annual Book of ASTM Standards Volume “Concrete and Aggregates”, 2001. [3] Annual Book Of ASTM Standart,2002,ASTM C31 Practice For Making And Curing [4] Concrete Test Specimens In The Field,ASTM International,West Conshohocken,PA. [5] Aningsih,G, Eceng Gondok Dalam Mengubah Sifat Fisika Kimia Limbah Cair Pabrik Urea Dan Asam Thesis Magister Jurusan Biologi ITB [6] Anonim,1971,Peraturan Beton Bertulang Indonesia PBI-1971, Departemen Pekerjaan Umum Dan Tenaga Listrik,Bandung [7] Buku Pedoman Praktikum. Pemeriksaan Bahan Beton dan Mutu Beton,Depok Laboratorium Struktur dan Material Departemen Sipil,1998. [8] Joedodibroto, Pemanfaatan Eceng Gondok Dalam Industri Pulp Dan Maret [9] SNI 03-2834-2000, Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. UkaRsT TAHUN 2018 p ISSN 2579-4620 e ISSN 2581-0855 Jakarta badan Standardisasi Nasional [10] SNI Portland Badan Standardisasi Nasional [11] SNI 1970-2008. Cara Uji Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Halus. Jakarta Badan Standardisasi Nasional [12] SNI Uji Standardisasi Nasional BSN. Jakarta. SNI 1974-2011 Cara Uji Kuat Tekan Beton Dengan Benda Uji Standardisai Nasional Indonesia BSN. Jakarta [13] Tjokrodimuljo, Beton KMTS FT UGM,Yogyakarta. [14] Anwar Hamid, D., As’ad, S., & Safitri, E. 2014. Pengaruh Penggunaan Agregat Daur Ulang Terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton Berkinerja Tinggi Grade 80. Matriks Teknik Sipil, 22, 43-49. [15] Bintang, A. P., Setyanto, S., & Adha, I. 2016. Studi Pengaruh Penambahan Bahan Additive TX-300 Terhadap Kuat Tekan Batu Bata Pasca Pembakaran. Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain, 33, 381-390. [16] Nasution, S. 2009. Efek Komposisi Dan Aging Terhadap Sifat Mekanik Dan Fisis Pada Pembuatan Aerated Concrete Beton Berpori Master's thesis. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Nasution09E01720 Telah dibuat beton ringan berpori dari campuran semen, pasir dan atau fly ash, CaCO3 dan menggunakan katalis aluminium. Pada pembuatan beton ringan berpori terdapat dua variabel penelitian, yaitu a. variasi komposisi bahan baku pasir - fly ash dan b. proses pengeringan dengan menggunakan autoclave bertekanan 1,5 bar dan secara alami konvensional. Variasi komposisi bahan baku pasir dan fly ash masing-masing dibuat 60 0, 50 10, 40 20, 30 30, 20 40, 10 50 dan 0 60 % berat. Pengeringan beton ringan berpori menggunakan autoclave bertekanan 1,5 bar, dibuat dengan variasi waktu 20, 40 dan 60 menit. Sedangkan variasi waktu pada pengeringan secara alami suhu kamar adalah 7, 14, 21 dan 28 hari. Adapun prosedur pembuatan beton ringan berpori adalah melalui tahapan penimbangan bahan baku, pencampuran, pencetakan, pengeringan dan pengerasan ageing serta pengujiannya. Besaran yang diuji meliputi densitas, penyerapan air, kuat tekan, kuat patah, penyusutan, konduktivitas termal, daya serap suara dan analisa mikrostruktur dengan menggunakan SEM dan XRD. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pada komposisi 50 % pasir dan 10 % fly ash, melalui proses pengeringan secara alami konvensional dengan waktu pengerasan selama 14 hari merupakan kondisi optimum. Pada kondisi ini, karakteristiknya adalah sebagai berikut densitas = 0,91 g/cm3, penyerapan air = 54 %, kuat tekan = 2,07 MPa, kuat patah = 1 MPa, penyusutan = 0,115 %, konduktivitas termal = 0,237 W/ tingkat penyerapan suara optimum sebesar 12,62 % pada frekuensi 125 Hz, fasa dominan quartz Q dan calcite C, serta ukuran pori sekitar 100 – 600 ?m. Pada proses pengeringan cepat menggunakan autoclave bertekanan 1,5 bar, kondisi optimum diperoleh dengan waktu pengerasan selama 40 menit, komposisi 30 % pasir dan 30 % fly ash. Pada kondisi ini menghasilkan karakteristik beton ringan berpori sebagai berikut densitas = 0,87 g/cm3, penyerapan air = 59,45%, kuat tekan = 4,33 MPa, kuat patah = 2,28 MPa, penyusutan = 0,012 %, konduktivitas termal = 0,314 W/ tingkat penyerapan optimum sebesar 39,17 % pada frekuensi 125 Hz, mempunyai fasa dominan quartz Q dan tobermorite T, serta ukuran pori sekitar 1 - 200 ?m. The aerated light weight concrete have been made from mixture of cement, sand and or fly ash, CaCO3 and aluminium catalyst. On the making of light weight aerated concrete, there are two observation variables, there are a. variation of raw sand - fly ash material composition and b. The drying process are autoclave pressure bar and naturally conventional. The variation of raw sand material composition and fly ash are 60 0, 50 10, 40 20, 30 30, 20 40, 10 50 and 0 60 % weight. The light weight aerated concrete that was dried using autoclave pressure bar, made with the variation time 20, 40 and 60 minute. While variations of natural drying time at room temperature are 7, 14, 21 and 28 days. The preparation procedures of light weight aerated concrete have several steps raw material compositioning, mixing, forming, drying, hardening ageing, and its characterization. The characterizations are density, water absorption, compressive strength, flexural strength, shrinkage, thermal conductivity, coefficient of sound absorption, and microstructural analysis using SEM and XRD. From the research that using naturally conventional with 14 days ageing time, shows that at the composition of 50 % sand and 10 % fly ash is the optimum condition. At that condition, the characteristic are density = g/cm3, water absorption = 54 %, compressive strength = MPa, flexural strength = 1 MPa, shrinkage = %, thermal conductivity = W / m. K, optimum coefficient of sound absorption = % at frequency of 125 Hz, and the dominant phases are quartz Q and calcite C, and have average pore size about 100 - 600 ?m. On the quick drying process condition that using autoclave at pressure bar, the optimum condition was obtained with ageing time during 40 minute, composition of 30 % sand and 30 % fly ash. At this condition, the aerated light weight concrete have the characteristics density = g/cm3, water absorption = %, compressive strength = MPa, flexural strength = MPa, shrinkage = %, thermal conductivity = W/m. K, optimum coefficient of sound absorption = % at frequency of 125 Hz, and the dominant phase are quartz Q and tobermorite T, and has average pore size about 1 - 200 ?m. Prof. Dr. Eddy Marlianto, Prof. Drs. Muhammad Syukur, MSASTM C31 Practice For Making And CuringAnnual Book Of ASTM Standart,2002,ASTM C31 Practice For Making And CuringKemampuan Eceng Gondok Dalam Mengubah Sifat Fisika Kimia Limbah Cair Pabrik Urea Dan Asam FormiatG AningsihAningsih,G, Eceng Gondok Dalam Mengubah Sifat Fisika Kimia Limbah Cair Pabrik Urea Dan Asam Thesis Magister Jurusan Biologi ITBPengaruh Penggunaan Agregat Daur Ulang Terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton Berkinerja Tinggi Grade 80Anwar HamidD As'adS SafitriAnwar Hamid, D., As'ad, S., & Safitri, E. 2014. Pengaruh Penggunaan Agregat Daur Ulang Terhadap Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton Berkinerja Tinggi Grade 80. Matriks Teknik Sipil, 22, Pengaruh Penambahan Bahan Additive TX-300 Terhadap Kuat Tekan Batu Bata Pasca PembakaranA P BintangS SetyantoI AdhaBintang, A. P., Setyanto, S., & Adha, I. 2016. Studi Pengaruh Penambahan Bahan Additive TX-300 Terhadap Kuat Tekan Batu Bata Pasca Pembakaran. Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain, 33, 381-390.
. ac246vh1sq.pages.dev/260ac246vh1sq.pages.dev/928ac246vh1sq.pages.dev/236ac246vh1sq.pages.dev/375ac246vh1sq.pages.dev/697ac246vh1sq.pages.dev/962ac246vh1sq.pages.dev/400ac246vh1sq.pages.dev/2ac246vh1sq.pages.dev/939ac246vh1sq.pages.dev/276ac246vh1sq.pages.dev/207ac246vh1sq.pages.dev/248ac246vh1sq.pages.dev/411ac246vh1sq.pages.dev/540ac246vh1sq.pages.dev/770
agar tidak busuk maka serat eceng gondok harus melalui tahap