Makkiyyah 28 ayat Turun sesudah Surat Al-A'raf. بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Al-Jin, Juz 29, Makkiyah, Pengantar Surat Al-Jin, Surat Al-Jin, Tafsir Al-Jin. Tidak ada komentar:
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا Katakanlah hai Muhammad "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya telah mendengarkan sekumpulan jin akan Al Quran, lalu mereka berkata Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, Ingin rezeki berlimpah dengan berkah? Ketahui rahasianya dengan Klik disini! Tafsir Jalalayn Tafsir Quraish Shihab Diskusi Katakanlah hai Muhammad! "Telah diwahyukan kepadaku maksudnya aku telah diberitahu oleh Allah melalui wahyu-Nya bahwasanya dhamir yang terdapat pada lafal annahu ini adalah dhamir sya'n telah mendengarkan bacaan Alquranku sekumpulan jin." yakni jin dari Nashibin; demikian itu terjadi sewaktu Nabi saw. sedang melakukan salat Subuh di lembah Nakhlah, yang terletak di tengah-tengah antara Mekah dan Thaif. Jin itulah yang disebutkan di dalam firman-Nya, "Dan ingatlah ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu." Al-Ahqaf 29 lalu mereka berkata kepada kaum mereka setelah mereka kembali kepada kaumnya "Sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan artinya mereka takjub akan kefasihan bahasanya dan kepadatan makna-makna yang dikandungnya, serta hal-hal lainnya. [[72 ~ AL-JINN JIN Pendahuluan MakkiyYah, 28 ayat ~ Pada surat ini Allah memerintahkan Rasulullah saw. untuk menyampaikan kepada manusia wahyu Allah berupa peristiwa jin yang mendengar bacaannya, memenuhi seruannya, pemberitahuan jin tentang kelompok-kelompok mereka yang baik dan yang jahat, duduknya mereka pada masa lalu untuk mencuri pendengaran kemudian peristiwa terusirnya mereka sehingga tidak lagi bisa melakukan hal itu. Surat ini juga menjelaskan orang-orang yang teguh dalam mengikuti jalan Islam dan orang-orang yang tidak mau menerima ajarannya. Di samping itu surat ini membicarakan kemurniaan masjid dan peribadatan hanya untuk Allah, seruan Rasulullah untuk beriman kepada Allah dan penerimaan jin terhadap seruannya. Surat ini juga memberikan batasan mengenai hal-hal yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh Rasulullah serta memperingati orang-orang yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya akan Jahannam dan kekalnya mereka di situ. Sebagai khatimah, surat ini menyebutkan bahwa pengetahuan tentang yang ghaib hanyalah milik Allah, bahwa Dia akan memberitahukan hal itu kepada hamba-hamba yang dipilih-Nya untuk menjadi Rasul, dan bahwa wahyu itu dijaga oleh para malaikat sehingga dapat disampaikan kepada manusia dengan sempurna. Hal itu juga diberitahukan kepada rasul-Nya.]] Katakanlah kepada kaummu, hai Muhammad, "Allah telah mewahyukan kepadaku bahwa sekelompok jin telah memperhatikan bacaanku lalu berkata kepada kaumnya, 'Sesungguhnya kami telah mendengar al-Qur'ân yang sangat indah dan belum pernah kami dengar sebelumnya bacaan seindah itu. ' Al-Qur'ân itu mengajak kepada petunjuk dan kebenaran. Dan kami pun mempercayai al-Qur'ân yang telah kami dengar dan sekali-kali kami tidak akan menyekutukan Tuhan kami yang telah menciptakan dan memelihara kami dalam peribadatan. Anda harus untuk dapat menambahkan tafsir Admin Submit 2015-04-01 021332 Link sumber Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah pergi bersama beberapa orang para sahabatnya menuju pasar ‘Ukazh. Sedangkan para setan telah dihalangi mendengarkan berita dari langit; mereka telah dilempari panah api sehingga mereka kembali tidak jadi mencuri berita, dan setan-setan yang lain berkata, “Ada apa dengan kamu?” Mereka menjawab, “Kami telah dihalangi mendapatkan berita dari langit dan telah dihujani panah-panah Lalu setan-setan yang lain itu mengatakan, “Tidaklah keadaannya demikian kecuali karena ada sesuatu yang terjadi. Oleh karena itu, lakukanlah perjalanan di bagian timur bumi dan bagian baratnya, kemudian lihatlah apa yang sedang Maka mereka para setan itu pergi ke bagian timur bumi dan bagian baratnya untuk melihat kejadian apa yang menghalangi mereka untuk mendengarkan berita dari langit. Sedangkan para setan yang pergi menuju Tihamah pergi mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di Nakhlah ketika Beliau sedang dalam perjalanan menuju pasar ‘Ukazh dan shalat Subuh dengan para sahabatnya. Ketika mereka mendengarkan Al Qur’an, maka mereka memperhatikannya dengan seksama dan berkata, “Inilah yang menghalangi kamu mendengar berita dari Ketika itulah mereka kembali ke kaum mereka dan berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan Al Qur’an,- yang memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,” Dan Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan ayat kepada Nabi-Nya, “Katakanlah Muhammad, "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan bacaan Al Quran,… Hadits ini diriwayatkan pula oleh Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Jarir, Hakim, Baihaqi dan Abu Nu’aim dalam Al Hilyah. Allah Subhaanahu wa Ta'aala telah menghadapkan mereka sekumpulan jin kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mendengarkan ayat-ayat-Nya agar hujjah tegak terhadap mereka, nikmat menjadi sempurna dan mereka menjadi pemberi peringatan terhadap kaum mereka. Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menceritakan berita ini kepada manusia, dimana ketika mereka sekumpulan jin tiba di dekat Beliau, mereka berkata kepada sesama mereka, “ setelah mereka semua terdiam, mereka mendengarnya dan memahami maknanya, dan hakikatnya pun sampai ke hati mereka.
Bacaayat Al-Quran, Tafsir, dan Konten Islami Bahasa Indonesia Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. Surah Al Jinn Jin Surah ke-72. 28 ayat. Makkiyyah بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ayat 1-7 Berita tentang sebagian jin yang mendengarkan Al Qur’an, lalu mereka tersentuh olehnya dan beriman serta mengagungkan Allah Subhaanahu wa Ta’aala, dan ajakan mereka kepada kaumnya untuk beriman kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala. قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا ١ يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا ٢وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلا وَلَدًا ٣ وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا ٤ وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ تَقُولَ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا ٥ وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا ٦ وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا ٧ Terjemah Surat Al Jinn Ayat 1-7 1. [1]Katakanlah Muhammad kepada manusia, “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan bacaan Al Quran[2], lalu mereka berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan Al Qur’an, 2. yang memberi petunjuk kapada jalan yang benar[3], lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami[4], 3. dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami[5], Dia tidak beristri dan tidak beranak[6]. 4. Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan perkataan yang melampaui batas terhadap Allah[7], 5. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah[8], 6. dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan[9] kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka jin menjadikan mereka manusia bertambah sesat[10]. 7. Dan sesungguhnya mereka jin mengira seperti kamu orang musyrik Mekah dan juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun pada hari Kiamat[11]. Ayat 8-13 Keadaan jin yang mencuri berita dari langit, keadaan langit yang dijaga oleh para malaikat dan pengiriman meteor kepada mereka setelah diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan keanehan mereka terhadap peristiwa itu. وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا ٨ وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا ٩ وَأَنَّا لا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الأرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا ١٠ وَأَنَّا مِنَّا الصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا ١١ وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ نُعجِزَ اللَّهَ فِي الأرْضِ وَلَنْ نُعْجِزَهُ هَرَبًا ١٢ وَأَنَّا لَمَّا سَمِعْنَا الْهُدَى آمَنَّا بِهِ فَمَنْ يُؤْمِنْ بِرَبِّهِ فَلا يَخَافُ بَخْسًا وَلا رَهَقًا ١٣ Terjemah Surat Al Jinn Ayat 8-13 8. Dan sesungguhnya kami jin telah mencoba mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api[12], 9. dan sesungguhnya kami jin dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar berita-beritanya. Tetapi sekarang[13] siapa mencoba mencuri dengar seperti itu pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai untuk membakarnya[14]. 10. Dan sesungguhnya kami jin tidak mengetahui adanya penjagaan itu apakah keburukan yang dikehendaki orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya[15]. 11. Dan sesungguhnya di antara kami jin[16] ada yang saleh dan ada pula kebalikannya[17]. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda[18]. 12. Dan sesungguhnya kami jin telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri dari kekuasaan Allah di bumi dan tidak pula dapat lari melepaskan diri dari-Nya[19]. 13. Dan sesungguhnya ketika kami jin mendengar petunjuk Al Qur’an, kami beriman kepadanya. [20]Maka barang siapa beriman kepada Tuhan[21], maka tidak perlu lagi ia takut rugi[22] atau dizalimi[23]. [1] Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya yang sampai kepada Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah pergi bersama beberapa orang para sahabatnya menuju pasar Ukazh. Sedangkan para setan telah dihalangi mendengarkan berita dari langit; mereka telah dilempari panah api sehingga mereka kembali tidak jadi mencuri berita, dan setan-setan yang lain berkata, “Ada apa dengan kamu?” Mereka menjawab, “Kami telah dihalangi mendapatkan berita dari langit dan telah dihujani panah-panah api.” Lalu setan-setan yang lain itu mengatakan, “Tidaklah keadaannya demikian kecuali karena ada sesuatu yang terjadi. Oleh karena itu, lakukanlah perjalanan di bagian timur bumi dan bagian baratnya, kemudian lihatlah apa yang sedang terjadi.” Maka mereka para setan itu pergi ke bagian timur bumi dan bagian baratnya untuk melihat kejadian apa yang menghalangi mereka untuk mendengarkan berita dari langit. Sedangkan para setan yang pergi menuju Tihamah pergi mendatangi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di Nakhlah ketika Beliau sedang dalam perjalanan menuju pasar Ukazh dan shalat Subuh dengan para sahabatnya. Ketika mereka mendengarkan Al Qur’an, maka mereka memperhatikannya dengan seksama dan berkata, “Inilah yang menghalangi kamu mendengar berita dari langit.” Ketika itulah mereka kembali ke kaum mereka dan berkata, “Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan Al Qur’an,– yang memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,” Dan Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat kepada Nabi-Nya, “Katakanlah Muhammad, “Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan bacaan Al Quran,…dst.” Hadits ini diriwayatkan pula oleh Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Jarir, Hakim, Baihaqi dan Abu Nu’aim dalam Al Hilyah. [2] Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah menghadapkan mereka sekumpulan jin kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam untuk mendengarkan ayat-ayat-Nya agar hujjah tegak terhadap mereka, nikmat menjadi sempurna dan mereka menjadi pemberi peringatan terhadap kaum mereka. Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam untuk menceritakan berita ini kepada manusia, dimana ketika mereka sekumpulan jin tiba di dekat Beliau, mereka berkata kepada sesama mereka, “Diamlah.” setelah mereka semua terdiam, mereka mendengarnya dan memahami maknanya, dan hakikatnya pun sampai ke hati mereka. [3] Yakni yang menunjukkan kepada segala yang bermaslahat bagi manusia baik bagi agama maupun dunia mereka. Inilah arti Ar Rusyd. [4] Setelah ini. Mereka menggabung antara beriman’ yang masuk ke dalamnya semua amal baik, dan antara bertakwa yang mengandung arti meninggalkan keburukan. Sebab yang mendorong mereka beriman dan melakukan pengiringnya adalah apa yang mereka ketahui dari pengarahan Al Qur’an, kandungannya yang terdiri dari maslahat, faedah dan menjauhi bahaya. Hal itu, karena Al Qur’an adalah ayat yang agung, hujjah yang qath’i bagi orang yang mengambil sinar darinya dan mengambil petunjuk darinya. Itulah iman yang bermanfaat yang membuahkan segala kebaikan yang dibangun di atas petunjuk Al Qur’an, berbeda dengan iman karena ikut-ikutan yang berada dalam bahaya syubhat dan berbagai aral yang melintang. [5] Dari apa yang dinisbatkan kepada-Nya. [6] Mereka mengetahui dari keagungan Allah dan kebesaran-Nya, batilnya orang yang mengatakan bahwa Allah punya istri dan anak karena Dia mempunyai keagungan dan kebesaran pada setiap sifat sempurna, sedangkan mempunyai istri atau anak menafikan hal itu karena bertentangan dengan sempurnanya kecukupannya. [7] Yang dimaksud dengan perkataan yang melampaui batas, ialah mengatakan bahwa Allah mempunyai istri dan anak. Hal ini karena kebodohan mereka dan kelemahan akalnya. [8] Yakni kami tertipu sebelumnya, dan yang membuat kami tertipu adalah para pemimpin kami dari kalangan jin dan manusia, kami terlalu bersangka baik dengan mereka dan mengira bahwa mereka tidak akan berani berdusta terhadap Allah. Oleh karena itulah, kami sebelumnya mengikuti mereka, namun sekarang kebenaran telah jelas bagi kami, kami pun kembali dan tunduk kepadanya dan tidak peduli dengan perkataan siapa pun yang bertentangan dengan petunjuk. [9] Ada di antara orang-orang Arab apabila mereka melintasi tempat yang sunyi, maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap berkuasa di tempat itu. [10] Atau bisa maksudnya bertambah takut. Dan bisa juga maksudnya, bahwa perbuatan yang dilakukan manusia itu membuat jin bertambah sombong dan melampaui batas karena melihat manusia menyembah dan meminta perlindungan kepada mereka. [11] Oleh karena mereka mengingkari kebangkitan, maka mereka berani berbuat syirk dan melampui batas. [12] Syuhub adalah jama’ syihaab yang artinya panah api atau meteor. Mereka dilimpari syuhub ketika hendak mencuri berita dari langit. [13] Yang dimaksud dengan sekarang, ialah waktu setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam diutus menjadi rasul. [14] Dari sini mereka mengetahui, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aala hendak mengadakan sesuatu yang besar di bumi; entah sesuatu itu baik atau buruk, sebagaimana yang diterangkan dalam ayat selanjutnya. [15] Yakni ini keburukan atau itu kebaikan yang akan terjadi. Hal itu, karena mereka melihat keadaan yang telah berubah yang mereka ingkari, maka mereka mengetahui dengan kecerdasan mereka bahwa perkara ini kebaikan adalah yang Allah inginkan untuk penduduk bumi. Dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang adab mereka, karena mereka sandarkan kebaikan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan terhadap keburukan, mereka hilangkan fa’ilnya/pelakunya karena beradab terhadap Allah Subhaanahu wa Ta’aala. [16] Setelah mendengarkan Al Qur’an. [17] Yakni yang fasik dan yang kafir. [18] Ada yang muslim dan ada yang kafir. [19] Yakni bahwa sekarang jelaslah bagi kami sempurnanya kekuasaan Allah dan sempurnanya kelemahan kami, dan bahwa ubun-ubun kami di Tangan Allah; kami tidak akan mampu melepaskan diri dari kekuasaan Allah di bumi dan tidak pula dapat lari melepaskan diri dari-Nya meskipun kami telah berusaha meloloskan diri. Oleh karena itu, tidak ada tempat perlindungan bagi kami selain kembali kepada-Nya. [20] Selanjutnya mereka menyebutkan sesuatu yang mendorong manusia melakukannya. [21] Dengan iman yang sebenarnya. [22] Seperti dikurangi kebaikannya. [23] Seperti ditambah keburukannya. Ada pula yang mengartikan rahaqaa’ dengan mendapatkan gangguan dan keburukan. Apabila seseorang selamat dari keburukan, maka ia akan memperoleh kebaikan. Dengan demikian, iman merupakan sebab untuk memperoleh semua kebaikan dan terhindar dari semua keburukan.
MahaPemurah--dengan menyebut nikmat Allah yang paling besar yaitu pengajaran al-Qur'ân.dilakukan sedemikian unik yang menggambarkan keagungan dan kekuasaan Sang Pencipta atas manusia dan jinPengulangan ayat seperti ini kita temukan pula pada beberapa surat lain dalam al-Qur'ân yang, tentunya Al-Rahmân, Tuhan Yang Maha Pengasih.Dia
وَأَنَّا مِنَّا ٱلْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا ٱلْقَٰسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ تَحَرَّوْا۟ رَشَدًا Arab-Latin Wa annā minnal-muslimụna wa minnal-qāsiṭụn, fa man aslama fa ulā`ika taḥarrau rasyadāArtinya Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada pula orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Al-Jin 13 ✵ Al-Jin 15 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangKandungan Berharga Tentang Surat Al-Jin Ayat 14 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Jin Ayat 14 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada bermacam kandungan berharga dari ayat ini. Ditemukan bermacam penafsiran dari para ahli ilmu berkaitan isi surat Al-Jin ayat 14, di antaranya seperti berikut📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia14-15. Dianta kami ada jin-jin yang tunduk lagi taat kepada Allah, dan ada juga jin-jin zhalim yang menyimpang dari jalan kebenaran. Barangsiapa masuk islam, tunduk dan patuh kepada Allah, maka mereka adalah orang-orang yang berjalan diatas jalan kebenaran dan memilihnya dengan sungguh-sungguh, maka Allah membimbing mereka kepadanya. Adapun orang-orang yang menyimpang dari jalan Islam, mereka adalah bahan bakar Neraka Jahanam’.”📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram14. Dan di antara kami ada yang pasrah dan tunduk kepada Allah dengan taat, dan di antara kami ada yang melenceng dari jalan lurus. Barangsiapa tunduk kepada Allah dengan taat dan amal saleh maka mereka itulah orang-orang yang menuju petunjuk dan kebenaran.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah14-15. Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa setelah dakwah Rasulullah sampai kepada para jin melalui sekelompok jin yang telah mendengar al-Qur’an, mereka terpecah menjadi dua golongan; golongan yang masuk Islam, memenuhi perintah Allah, dan beriman kepada-Nya setelah mereka mencari kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka dari azab dan yang menghasilkan pahala jika diikuti. Sedangkan golongan lainnya adalah jin-jin yang berpaling dari kebenaran dan berpegang teguh pada kekafiran. Mereka layak mendapatkan azab atas perbuatan itu; dan mereka akan menjadi bahan bakar api neraka pada hari kiamat, sebagai balasan atas kekafiran dan kesesatan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah14. وَمِنَّا الْقٰسِطُونَ ۖ dan ada pula orang-orang yang menyimpang dari kebenaran Yakni orang-orang zalim yang melenceng dari kebenaran. فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُو۟لٰٓئِكَ تَحَرَّوْا۟ رَشَدًاBarangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus Yakni menghendaki jalan kebenaran dan kebaikan serta bersungguh-sungguh dalam mendapatkannya sehingga mereka diberi taufik untuk itu.📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah14. Dari golongan kami ada yang beriman dan Islam yang menjalankan perintah Allah. Namun juga ada yang ingkar dan zalim dengan menyimpang dari jalan kebenaran yaitu jalan iman dan ketaatan. Barang siapa yang mengikuti perintah Allah maka mereka telah menempuh jalan kebenaran dan jalan penuh petunjuk📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah{Sesungguhnya di antara kami ada yang muslim dan ada pula yang menyimpang} kafir {Siapa saja yang memeluk Islam maka telah memilih jalan yang benar} maka mereka memilih kebenaran dan kelurusanMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H14. “Dan di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada pula orang-orang yang menyimpang dari kebenaran,” yakni lalim dan menyimpang dari jalan yang haq, “barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus,” artinya mereka menempuh jalan lurus yang menghantarkan mereka ke surga dengan segala kenikmatannya.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Jin ayat 14 14-15. Mereka berkata dari kalangan jin Sungguh kaum kami dari kalangan jin setelah mendengar Al Qur’an terbagi menjadi dua golongan, golongan pertama adalah yang masuk islam karena Allah dan tunduk dengan ketaatan pada-Nya, maka mereka adalah yang menempuh jalan yang mengantarkan mereka kepada kebahagiaan, dan mereka memiliki tujuan untuk selamat dari adzab Allah. Adapun golongan kedua yaitu yang mereka dzalim dan para pengingkar agama Allah, maka sungguh mereka akan dibakar di dalam neraka. Mereka di bakar di dalamnya, sebagaimana dibakarnya manusia karena sebab kekafirannya.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, menyampaikan mereka ke surga dan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Jin Ayat 14Tidak semua jin durhaka begitu juga tidak semuanya beriman. Inilah yang ditegaskan pada ayat ini. "dan di antara kami ada yang islam yang beriman dan patuh kepada Allah dan ada pula yang menyimpang dari kebenaran yang sangat mantap kedurhakaannya. Siapa yang islam patuh kepada Allah, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus yang akan mengantarkannya kepada kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. 15. Jin yang kufur dan tidak bertobat dari kekufurannya maka akan mendapat azab yang pedih. Inilah yang ditegaskan pada ayat ini. "dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka jahanam. '.Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Itulah bermacam penjabaran dari berbagai ulama tafsir mengenai isi dan arti surat Al-Jin ayat 14 arab-latin dan artinya, semoga memberi kebaikan untuk ummat. Bantu usaha kami dengan mencantumkan link menuju halaman ini atau menuju halaman depan Konten Cukup Banyak Dikaji Tersedia ratusan materi yang cukup banyak dikaji, seperti surat/ayat Al-Baqarah 165, An-Nur, Al-Ankabut 45, Al-Anbiya, Al-Ahzab 59, Az-Zalzalah 7. Ada juga Al-Ashr 2, Al-Mukminun 1-11, An-Nur 31, An-Nisa 1, Ali Imran 185, Al-Isra 24. Al-Baqarah 165An-NurAl-Ankabut 45Al-AnbiyaAl-Ahzab 59Az-Zalzalah 7Al-Ashr 2Al-Mukminun 1-11An-Nur 31An-Nisa 1Ali Imran 185Al-Isra 24 Pencarian ... Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah TafsirAlquran Search. Search This Blog Tafsir Surat Al-Jin, ayat 25-28 October 26, 2015 (Al-Jin: 25) Yaitu masa yang masih panjang. Di dalam ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa hadis yang banyak beredar di kalangan orang-orang bodoh —yaitu yang menyebutkan bahwa Nabi Saw. tidak dikebumikan di bawah tanah— merupakan hadis
قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّهُ ٱسْتَمَعَ نَفَرٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَقَالُوٓا۟ إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًاArab-Latin qul ụḥiya ilayya annahustama’a nafarum minal-jinni fa qālū innā sami’nā qur`ānan ajabāArtinya 1. Katakanlah hai Muhammad “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya telah mendengarkan sekumpulan jin akan Al Quran, lalu mereka berkata Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan,يَهْدِىٓ إِلَى ٱلرُّشْدِ فَـَٔامَنَّا بِهِۦ ۖ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدًاyahdī ilar-rusydi fa āmannā bih, wa lan nusyrika birabbinā aḥadā2. yang memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami,وَأَنَّهُۥ تَعَٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَٰحِبَةً وَلَا وَلَدًاwa annahụ ta’ālā jaddu rabbinā mattakhaża ṣāḥibataw wa lā waladā3. dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak pula كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى ٱللَّهِ شَطَطًاwa annahụ kāna yaqụlu safīhunā alallāhi syaṭaṭā4. Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan perkataan yang melampaui batas terhadap Allah,وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن تَقُولَ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًاwa annā ẓanannā al lan taqụlal-insu wal-jinnu alallāhi każibā5. dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap كَانَ رِجَالٌ مِّنَ ٱلْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًاwa annahụ kāna rijālum minal-insi ya’ụżụna birijālim minal-jinni fa zādụhum rahaqā6. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan ظَنُّوا۟ كَمَا ظَنَنتُمْ أَن لَّن يَبْعَثَ ٱللَّهُ أَحَدًاwa annahum ẓannụ kamā ẓanantum al lay yab’aṡallāhu aḥadā7. Dan sesungguhnya mereka jin menyangka sebagaimana persangkaan kamu orang-orang kafir Mekah, bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang rasulpun,وَأَنَّا لَمَسْنَا ٱلسَّمَآءَ فَوَجَدْنَٰهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًاwa annā lamasnas-samā`a fa wajadnāhā muli`at ḥarasan syadīdaw wa syuhubā8. dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui rahasia langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَٰعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَن يَسْتَمِعِ ٱلْءَانَ يَجِدْ لَهُۥ شِهَابًا رَّصَدًاwa annā kunnā naq’udu min-hā maqā’ida lis-sam’, fa may yastami’il-āna yajid lahụ syihābar raṣadā9. dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan berita-beritanya. Tetapi sekarang barangsiapa yang mencoba mendengar-dengarkan seperti itu tentu akan menjumpai panah api yang mengintai untuk membakarnya.وَأَنَّا لَا نَدْرِىٓ أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَن فِى ٱلْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًاwa annā lā nadrī asyarrun urīda biman fil-arḍi am arāda bihim rabbuhum rasyadā10. Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui dengan adanya penjagaan itu apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi مِنَّا ٱلصَّٰلِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَ ۖ كُنَّا طَرَآئِقَ قِدَدًاArab-Latin wa annā minnaṣ-ṣāliḥụna wa minnā dụna żālik, kunnā ṭarā`iqa qidadāArtinya 11. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada pula yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang ظَنَنَّآ أَن لَّن نُّعْجِزَ ٱللَّهَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَن نُّعْجِزَهُۥ هَرَبًاwa annā ẓanannā al lan nu’jizallāha fil-arḍi wa lan nu’jizahụ harabā12. Dan sesungguhnya kami mengetahui bahwa kami sekali-kali tidak akan dapat melepaskan diri dari kekuasaan Allah di muka bumi dan sekali-kali tidak pula dapat melepaskan diri daripadaNya dengan لَمَّا سَمِعْنَا ٱلْهُدَىٰٓ ءَامَنَّا بِهِۦ ۖ فَمَن يُؤْمِنۢ بِرَبِّهِۦ فَلَا يَخَافُ بَخْسًا وَلَا رَهَقًاwa annā lammā sami’nal-hudā āmannā bih, fa may yu`mim birabbihī fa lā yakhāfu bakhsaw wa lā rahaqā13. Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk Al Quran, kami beriman kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan pengurangan pahala dan tidak takut pula akan penambahan dosa dan مِنَّا ٱلْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا ٱلْقَٰسِطُونَ ۖ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ تَحَرَّوْا۟ رَشَدًاwa annā minnal-muslimụna wa minnal-qāsiṭụn, fa man aslama fa ulā`ika taḥarrau rasyadā14. Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada pula orang-orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang ٱلْقَٰسِطُونَ فَكَانُوا۟ لِجَهَنَّمَ حَطَبًاwa ammal-qāsiṭụna fa kānụ lijahannama ḥaṭabā15. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka ٱسْتَقَٰمُوا۟ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسْقَيْنَٰهُم مَّآءً غَدَقًاwa al lawistaqāmụ alaṭ-ṭarīqati la`asqaināhum mā`an gadaqā16. Dan bahwasanya jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu agama Islam, benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar rezeki yang banyak.لِّنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَمَن يُعْرِضْ عَن ذِكْرِ رَبِّهِۦ يَسْلُكْهُ عَذَابًا صَعَدًاlinaftinahum fīh, wa may yu’riḍ an żikri rabbihī yasluk-hu ażāban ṣa’adā17. Untuk Kami beri cobaan kepada mereka padanya. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang amat ٱلْمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا۟ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدًاwa annal-masājida lillāhi fa lā tad’ụ ma’allāhi aḥadā18. Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping menyembah لَمَّا قَامَ عَبْدُ ٱللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا۟ يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًاwa annahụ lammā qāma abdullāhi yad’ụhu kādụ yakụnụna alaihi libadā19. Dan bahwasanya tatkala hamba Allah Muhammad berdiri menyembah-Nya mengerjakan ibadat, hampir saja jin-jin itu desak mendesak إِنَّمَآ أَدْعُوا۟ رَبِّى وَلَآ أُشْرِكُ بِهِۦٓ أَحَدًاqul innamā ad’ụ rabbī wa lā usyriku bihī aḥadā20. Katakanlah “Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatupun dengan-Nya”.قُلْ إِنِّى لَآ أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًاArab-Latin qul innī lā amliku lakum ḍarraw wa lā rasyadāArtinya 21. Katakanlah “Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak pula suatu kemanfaatan”.قُلْ إِنِّى لَن يُجِيرَنِى مِنَ ٱللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِن دُونِهِۦ مُلْتَحَدًاqul innī lay yujīranī minallāhi aḥaduw wa lan ajida min dụnihī multaḥadā22. Katakanlah “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun dapat melindungiku dari azab Allah dan sekali-kali aku tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya”.إِلَّا بَلَٰغًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِسَٰلَٰتِهِۦ ۚ وَمَن يَعْصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًاillā balāgam minallāhi wa risālātih, wa may ya’ṣillāha wa rasụlahụ fa inna lahụ nāra jahannama khālidīna fīhā abadā23. Akan tetapi aku hanya menyampaikan peringatan dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya إِذَا رَأَوْا۟ مَا يُوعَدُونَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ أَضْعَفُ نَاصِرًا وَأَقَلُّ عَدَدًاḥattā iżā ra`au mā yụ’adụna fa saya’lamụna man aḍ’afu nāṣiraw wa aqallu adadā24. Sehingga apabila mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit إِنْ أَدْرِىٓ أَقَرِيبٌ مَّا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُۥ رَبِّىٓ أَمَدًاqul in adrī a qarībum mā tụ’adụna am yaj’alu lahụ rabbī amadā25. Katakanlah “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi kedatangan azab itu masa yang panjang?”.عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِۦٓ أَحَدًاālimul-gaibi fa lā yuẓ-hiru alā gaibihī aḥadā26. Dia adalah Tuhan Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib مَنِ ٱرْتَضَىٰ مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُۥ يَسْلُكُ مِنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ رَصَدًاillā manirtaḍā mir rasụlin fa innahụ yasluku mim baini yadaihi wa min khalfihī raṣadā27. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga malaikat di muka dan di أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢاliya’lama ang qad ablagụ risālāti rabbihim wa aḥāṭa bimā ladaihim wa aḥṣā kulla syai`in adadā28. Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang sebenarnya ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu ke-72 al-Jin, artinya Jin, lengkap ayat 1-28. Berisikan pembenaran atas turunnya Al-Qurān dan bahwasanya Al-Qurān itu dari sisi Allah, melalui contoh keimanan segolongan dari jin sebagai sanggahan atas prasangka orang-orang musyrik terhadap mereka.
[72 ~ AL-JINN (JIN) Pendahuluan: MakkiyYah, 28 ayat ~ Pada surat ini Allah memerintahkan Rasulullah saw. untuk menyampaikan kepada manusia wahyu Allah berupa peristiwa jin yang mendengar bacaannya, memenuhi seruannya, pemberitahuan jin tentang kelompok-kelompok mereka yang baik dan yang jahat, duduknya mereka pada masa lalu untuk mencuri قُلْ إِنْ أَدْرِىٓ أَقَرِيبٌ مَّا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُۥ رَبِّىٓ أَمَدًا Arab-Latin Qul in adrī a qarībum mā tụ'adụna am yaj'alu lahụ rabbī amadāArtinya Katakanlah "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menjadikan bagi kedatangan azab itu masa yang panjang?". Al-Jin 24 ✵ Al-Jin 26 »Mau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarangHikmah Berharga Terkait Surat Al-Jin Ayat 25 Paragraf di atas merupakan Surat Al-Jin Ayat 25 dengan text arab, latin dan terjemah artinya. Ada kumpulan hikmah berharga dari ayat ini. Diketemukan kumpulan penjabaran dari para pakar tafsir terkait isi surat Al-Jin ayat 25, misalnya sebagaimana tercantum📚 Tafsir Al-Muyassar / Kementerian Agama Saudi Arabia25-28. Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang kafir itu, “Aku tidak tahu apakah azab yang diancamkan kepada kalian ini sudah dekat masanya ataukah Tuhanku menetapkan masa tenggat yang lama?” Allah mengetahui apa yang ghaib dari pandangan mata, Dia tidak memperlihatkannya kepada seorang pun dari makhlukNya, kecuali siapa yang Dia pilih untuk mengemban risalahNYa dan Dia ridhai, maka Dia membukakan sebagian hal ghaib. Allah mengirimkan para malaikat di depan dan dibelakang Rasul untuk menjaganya dari para jin, agar mereka tidak mengupingnya lalu membisikannya kepada para dukun, agar Rasul tahu bahwa para Rasul sebelumnya sama dengan dirinya, yaitu mereka menyampaikan kebenaran dengan jujur, dan bahwa dia dijaga sebagaimana para rasul dijaga dari jin. Dan bahwa ilmu Allah mencakup segala apa yang ada pada mereka, baik lahir maupun batin, berupa syariat-syariat, hukum-hukum dan lainnya, tidak ada sesuatu pun yang terlewatkan olehNya, dan juga bahwa Allah menghitung jumlah segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang samar bagi Allah.📚 Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid Imam Masjidil Haram25. Katakan -wahai Rasul- kepada orang-orang musyrik yang mengingkari kebangkitan, “Aku tidak tahu apakah siksa yang dijanjikan kepada kalian itu sudah dekat ataukah siksa itu masih lama, tidak ada yang tahu kecuali Allah.📚 Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah / Markaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Universitas Islam Madinah25-27. Hai Nabi yang mulia, katakanlah Aku tidak mengetahui hal ghaib, sehingga aku tidak mengetahui kapan azab akan menimpa kalian; akan tetapi aku mengetahui bahwa azab itu pasti akan terjadi sebagaimana yang Allah sampaikan; hal itu merupakan bagian dari hal ghaib yang hanya Allah yang mengetahuinya, Dia tidak memberitahukannya kepada seorangpun kecuali kepada sebagian rasul-Nya yang Dia beritahu sebagian hal ghaib, agar menjadi mukjizat bagi mereka dan sebagai penegas kebenaran mereka. Dan para rasul yang mendapat sebagian ilmu ghaib dari Allah telah Allah siapkan bagi mereka para malaikat penjaga dari gangguan jin dan manusia, agar mereka dapat menyampaikan risalah dengan dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir / Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah25. أَمْ يَجْعَلُ لَهُۥ رَبِّىٓ أَمَدًا ataukah Tuhanku menjadikan bagi kedatangan azab itu masa yang panjang Apakah mereka atau orang-orang beriman?📚 Tafsir Al-Wajiz / Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah25-26. Katakanlah kepada orang-orang musyrik wahai Rasul “Aku tidak tahu sama sekali, apakah azab yang telah dijanjikan kepada kalian itu dipercepat atau diperlambat. Hanya Allah-lah yang Maha Tahu tentang itu semua. Al-amad adalah masa yang sang sangat jauh. Allah Maha Tahu atas segala sesuatu yang ghoib rahasia dari para hamba-Nya, tidak ada seorangpun yang bisa mengetahui rahasia seorang makhluk kecuali Tuhannya📚 Tafsir Ash-Shaghir / Fayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah{Katakanlah,“Aku tidak mengetahui} aku tidak tahu {apakah yang diancamkan kepada kalian itu} berupa azab {sudah dekat atau Tuhanku menjadikan waktunya masih lama} waktu yang tidak diketahui siapapun kecuali DiaMau dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir as-Sa'di / Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di, pakar tafsir abad 14 H25-26. “katakanlah “ kepada mereka bila mereka bertanya padamu tentang kapankah terjadinya ancaman itu, “Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Rabbku menjadikan bagi kedatangan azab itu, masa yang panjang,” yakni, jarak waktu yang panjang. Pengetahuan mengenai hal itu hanya ada di sisi Allah. “Dia adalah Rabb Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu,” hanya Allah sendiri yang mengetahui isi hati, rahasia dan hal-hal ghaib.📚 An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-SyawiSurat Al-Jin ayat 25 Ketika mereka terburu-buru meminta kepada Nabi adzab, maka Allah memerintahkan Nabi untuk berkata kepada mereka Ketahuilah wahai kafir, adzab Allah akan diturunkan kepada kalian jika kalian tidak beriman, dan tidak ada keraguan atas hal itu. Akan tetapi aku tidaklah mengetahui akan datangnya adzab ini yang akan dataang dalam waktu dekat atau jauh.📚 Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'an / Ustadz Marwan Hadidi bin Musa, mereka jika mereka bertanya kepadamu, “Kapankah ancaman ini?” Oleh karena itu, pengetahuan terhadap hal itu ada pada sisi Allah Subhaanahu wa Ta' dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang📚 Tafsir Ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Jin Ayat 25Kaum musyrik apabila diancam dengan siksa, seringkali melecehkan dan bertanya untuk tujuan mengejek, kapankah datangnya ancaman itu. Katakanlah wahai nabi Muhammad, 'aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat ataukah tuhanku menetapkan waktunya masih lama, aku tidak diberitahu tentang hal itu. '26. Yang mengetahui secara pasti tentang datangnya azab itu hanyalah Allah, karena dia mengetahui yang gaib, tetapi dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib dapat pahala jariyah dan rezeki berlimpah? Klik di sini sekarang Itulah beberapa penjabaran dari berbagai pakar tafsir berkaitan makna dan arti surat Al-Jin ayat 25 arab-latin dan artinya, semoga membawa manfaat bagi ummat. Bantu syi'ar kami dengan memberikan hyperlink ke halaman ini atau ke halaman depan Yang Terbanyak Dibaca Tersedia banyak halaman yang terbanyak dibaca, seperti surat/ayat An-Nur, Az-Zalzalah 7, Al-Isra 24, Al-Ahzab 59, Al-Ashr 2, Ali Imran 185. Ada pula Al-Mukminun 1-11, An-Nur 31, Al-Baqarah 165, An-Nisa 1, Al-Anbiya, Al-Ankabut 45. An-NurAz-Zalzalah 7Al-Isra 24Al-Ahzab 59Al-Ashr 2Ali Imran 185Al-Mukminun 1-11An-Nur 31Al-Baqarah 165An-Nisa 1Al-AnbiyaAl-Ankabut 45 Pencarian ... Dapatkan amal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat. Plus dapatkan bonus buku digital "Jalan Rezeki Berlimpah" secara 100% free, 100% gratis Caranya, salin text di bawah dan kirimkan ke minimal tiga 3 group WhatsApp yang Anda ikuti Silahkan nikmati kemudahan dari Allah Ta’ala untuk membaca al-Qur’an dengan tafsirnya. Tinggal klik surat yang mau dibaca, klik nomor ayat yang berwarna biru, maka akan keluar tafsir lengkap untuk ayat tersebut 🔗 *Mari beramal jariyah dengan berbagi ilmu bermanfaat ini* Setelah Anda melakukan hal di atas, klik tombol "Dapatkan Bonus" di bawah

RadioRodja | Selasa, 16 Agustus 2016 Tafsir Surat Al-Jin Ayat 11-19 – Kitab Tafsir Al-Muyassar (Ustadz Badrusalam, Lc.) Download dan simak kajian Tafsir Al-Muyassar dengan pembahasan: "Tafsir Surat Al-Jin Ayat 11-19" Disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Padaayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk gaib telah mendengar pembacaan al-Qur'an dan mereka mengikuti ajaran al-Qur'an tersebut. Sūrat al-Jinn (Arabic: سورة الجن‎, "The Jinn") is the
TafsirNyoba Impor Senin, 26 Oktober 2015. Tafsir Surat Al-Jin, ayat 25-28 قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا (25) عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا (26) إِلَّا
SuratAl-Jin (Arab: الجنّ ,"Jin") adalah surah ke-72 dalam Kitab Suci Al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 28 ayat. Dinamakan "al-Jinn" yang berarti "Bangsa Jin" diambil dari kata "al-Jinn" yang terdapat pada ayat pertama
.
  • ac246vh1sq.pages.dev/381
  • ac246vh1sq.pages.dev/495
  • ac246vh1sq.pages.dev/858
  • ac246vh1sq.pages.dev/106
  • ac246vh1sq.pages.dev/915
  • ac246vh1sq.pages.dev/965
  • ac246vh1sq.pages.dev/962
  • ac246vh1sq.pages.dev/973
  • ac246vh1sq.pages.dev/305
  • ac246vh1sq.pages.dev/808
  • ac246vh1sq.pages.dev/949
  • ac246vh1sq.pages.dev/363
  • ac246vh1sq.pages.dev/19
  • ac246vh1sq.pages.dev/4
  • ac246vh1sq.pages.dev/704
  • tafsir surat al jin