Gubraaaaakkkkkkk,,,, cukup sulit buatku, pasti sedikitnya dia kecewa cinta tak terbalas, tapi aq tau dia sahabat terbaikku, dia gx kan pernah meninggalkan aq karna persoalan ini, dan aq juga harus sadari suatu saat dia akan meninggalkan aq, karna aq harus adil aq sudah berkomitmen dengan seseorang dan aq tidak bisa egois dengan terus mengikat kemi dengan Kapan waktuku tiba? “Assalamualaikum, Undangan Pernikahan, Ahad…..2007, pukul…., jazakumullah, Fulanah & Fulan.” Begitu kira-kira isi sms yang ana saya terima baru-baru ini dari seorang akhwat teman ana, yang tinggal di seberang lautan sana. Rasa gembira muncul saat menerima berita gembira itu. Tapi dalam hati jujur saja, ada juga keinginan untuk merasakan berbagai “rasa” menjelang detik-detik pernikahan itu. Meski sudah ingin tapi ana masih bingung, karena kadang merasa belum siap, dan masih terbebani untuk menyelesaikan skripsi. Di saat banyak akhwat lain yang telah mendekati usia tidak muda lagi namun masih dalam kesendirian, ana malah berbingung ria memikirkan “proposal” yang ditawarkan oleh para ummahatibu-ibu yang berprofesi sebagai comblang di kota ana. Beberapa waktu yang lalu teman dekat ana bercerita dengan wajah sumringah, bahwa ia baru saja ditawari ikhwan oleh salah satu ummahat. Kebetulan orang tua ikhwan itu ingin dapat menantu yang satu suku dengan mereka. Karena itulah teman ana yang satu suku dengan ikhwan ini yang ditawari proposal ini oleh seorang ummahat. Waktu mendengar penuturan teman ana cuma bisa tersenyum hambar. Bukan karena ana cemburu kenapa hanya dia yang ditawari, tapi lebih….lebih karena ana sendiri masih dalam masa “hampa”dari keinginan untuk menikah. Memang beberapa waktu yang lalu semangat ana sempat memuncak untuk menikah. Tapi kemudian turun naik turun lalu naik lagi. Di saat keinginan sedang naik tersebut, ana sempat kecewa dengan ikhwan-ikhwan di kota ana, kenapa tak satu pun yang berminat untuk menikah. Agar pembaca maklumi, karena manhaj salaf baru dikenal di kota ana, sehingga ikhwah-nya pun masih sedikit. Proposal sudah ana ajukan ke beberapa ummahat, tapi belum satu pun yang di “ACC”. Kabarnya sebenarnya banyak ikhwan yang ingin nikah, tapi belum berani proses karena belum punya ma’isyah.pekerjaan Akhirnya ana pun memutuskan menerima proposal dari seorang ikhwan yang tinggal di seberang lautan sana dengan perantara sepupu ana yang tinggal sekota dengan ikhwan tersebut. Berbekal istikharah ana melaksanakan proses taarufdalam hitungan tak sampai dua bulan, dan ikhwan tersebut akhirnya datang ke rumah ana untuk nazhar melihat. Pada ummi ibu ana katakan ada teman laki-laki yang akan datang bersilaturahmi. Ummi dengan kecemasan yang sangat, akhirnya menyampaikan berita ini ke abi. Dan sungguh di luar dugaan kami berdua, ternyata abi menyambutnya dengan suka cita. Mungkin karena selama ini tidak pernak ada cowok yang datang ke rumah untuk menemani ana bacapacar, sehingga rasa bahagia menyeruak pada diri abi saat ummi menyatakan hal ini. Bahkan, dari jauh-jauh hari abi sudah berniat membelikan oleh-oleh pulang untuk ikhwan ini, karena dia datang dari kota yang jauh. Ana sempat terheran-heran oleh sikap abi, karena di awal ana meniti manhaj salaf, abi yang paling keras menentang ana. Bahakan beliau sempat mengancam akan mengusir dan melukai laki-laki yang berpenampilan nyunnah alias berjenggot, celana non isbal di atas mata kaki, berjubah dan berpeci, dan akhwat yang bercadar datang ke rumah. Tapi alhamdulillah ternyata abi tidak berbuat senekad itu. Malah saat ikhwan tersebut sudah sampai di rumah abi lah yang sangat bersemangat menyambut dan menjamunya. Kebalikan dari ummi ana yang ternyata malah bertolak belakang dengan abi dalam menyambut ikhwan tersebut. Tapi qadarullah takdir Allah nazhar tersebut tidak berlanjut sampai ke pelaminan, karena ada beberapa hal dalam diri ikhwan ini yang ana anggap fatal, terutama dalam ilmu din-nya yaitu dalam fikih dakwah. Abi pun berpendapat ada kekurangan dari diri ikhwan tersebut dalam hal sifat yang dirasa abi tidak akan bisa cocok dengan ana. Begitu pula ummi yang tidak menyukai ikhwan tersebut dalam hal penampilan saat pertemuan pertama. Mudah-mudahan hal ini dapat dijadikan pelajaran bagi tiap ikhwan yang akan datang PDKT pada camer, agar dapat memahami situasi dan kondisi yang ada, memahami sifat dan karakter camer dan jangan “asbak” asal tembak saja dalam berdakwah pada camer. Penampilan yang rapi dan bersih pun, akan menjadi nilai positif di mata camer. Ya berbagi pengalaman saja. Setelah kegagalan tersebut, ana berniat hanya akan berkonsentrasi untuk mengerjakan skripsi ana yang terbengkalai, sehingga ana menolak beberapa proposal yang masuk. Itulah hati manusia memang mudah terbolak-balik. Di saat ingin menikah tidak ada proposal yang menghampiri. Di saat feeling rasa itu lenyap, runtutan proposaldatang seolah-olah mengejek ana. Ana, entah mengapa, semenjak kegagalan taaruf pertama, tidak berminat lagi menikah saat kuliah. Pikiran-pikiran buruk terus menghantui ana. Ana takut tidak bisa menjalani dua tugas berat sekaligus, menjadi istri dan mahasiswi. Dalam hal ini ana memang berbeda dengan teman ana yang di wilayah Indonesia Tengah. Meskipun ia lebih muda dari ana dan dengan masa kuliah yang insyaaalah masih akan selesai 2-3 tahun lagi, tapi ia sangat gigih memperjuangkan pernikahannya. Akhwat ini sering menasihati ana tentang fadhilah keutamaan pernikahan, walaupun seiring perkuliahan. Mungkin juga dia ada benarnya, tapi keraguan masih berputar-putar di benak ana. Kadang ana menilai diri ini “tidak tahu diri”, karena di saat banyak akhwat yang hampir mendekati usia senja sedang menanti-nantikan pujaan hati datang melamarnya, ana malah menyia-nyiakan kesempatan untuk menikah di usia muda ini. Padahal orang tua ana sudah memberikan lampu hijau bagi ana untuk menikah denganlaki-laki yang bertitel ikhwan berikut atribut” yang ada. Tapi…lagi-lagi keraguan datang. Sudah setahun lebih ana berkutat dengan skripsi ana, sampai datang kenyataan bahwa ana harus mulai dari awal lagi, karena judul skripsi ana menjadi perdebatan di kalangan dosen. Ana mengalah, ana tidak mau mengambil resiko dengan mencari ribut dengan para dosen, sehingga ana memutuskan mencari judul baru yang bertolakbelakang dari judul ana sebelumnya. Jadi, mau tak mau ana harusmemulai perjuangan baru lagi perihal skripsi ini sementara orang tua ana dengan harap-harap cemas menanti gelar sarjana yang akan nempel di belakang nama ana. Apakah kelak ana bisa menyeimbangkan tugas sebagai istri dan mahasiswi secara bersamaan jika ana nikah sambil kuliah? Begitulah keraguan masih saja menggelayut dalam benak ana. Sementara itu lain lagi masalah yang dihadapi teman ana. Seorang akhwat yang berada tidak jauh dari ujung timur Indonesia sekarang sedang menanti ikhwan yang sekufu dengannya datang melamar. Beragam ikhwan telah mengajukan proposal, tapi tidak ada yang berkenan di hatinya. Ataukah engkau yaa ukhtiku, masih mengharapkan sang ikhwan yang telah sekian lama menancapkan panah asmaranya tepat di hatimu? Mudah-mudahan Allah memudahkan urusanmu agar engkau segera berlepas diri dari fitnah hati yang terus menerus menghantuimu… Seorang teman lagi dia akan menikah dalam waktu dekat. Ia bercerita bahwa sang ikhwan –calon suaminya- langsung datang ke rumahnya dan langsung melamar, tanpa ia tahu dari mana si ikhwan kenal dia. Ya, lagi-lagi, masukan ana dapatkan dari akhwat ini, “Jangan terlalu berlebih-lebihan cari jodoh. Jodoh itu nggak tahu kapan datangnya. Contohnya saja ana, ikhwannya langsung datang ke rumah tanpa perlu dicari-cari!” seloroh teman saat ana bercerita bahwa ana ingin menikah. Ya mungkin iya bagi dia. Allah telah memudahkan urusannya dalam hal jodoh. Tapi bagaimana dengan yang lain? Jalan mencari jodoh tiap orang berbeda-beda. Contohnya kasus seorang akhwat yang berkali-kali taaruf, tapi gagal selalu karena ikhwannya mendambakan kelebihan dari segi fisik pada diri calon istrinya. Mudah-mudahan Allah menganugerahkan pahala yang berlipat ganda atas kesabaranmu yaa ukhti… Mungkin sekilas, kisah yang ana hadirkan untuk pembaca ini, seperti kisah fiktif yang sering beredar di pasaran sebagai novel islami’. Tapi kisah ini adalah nyata ana alami, berikut dengan kisah-kisah teman-teman ana yang tersebar di berbagai kota. Ana sekarang, masih dalam tahap kebimbangan perihal proposal nikah ini. Apakah ana harus menerimanya, ataukah ana menunggu skripsi ana kelar? Karena, orang tua ana sangat mengharapkan ana meraih gelar sarjana –kalau bisa- sebelum menikah. Menimbang mudharat keburukan dan mashlahat kebaikan yang akan timbul, maka ana masih berbingung ria menghadapi masalah ini. Adakah nasihat untuk ana? Sekarang ana masih menanti dan menanti. Kapan waktuku tiba…? Ummu Syafiq Saya menyatakan bahwa cerita ini benar-benar kisah nyata tanpa ada rekayasa Ttd Deasy Novriana-Ummu Syafiq Catatan Redaksi Menikah sambil kuliah? Aduh mungkin belum bisa dibayangkan bagaimana repotnya oleh sebagian orang. Bagaimana tidak, mikirin dan ngurusin kuliah saja sudah repot dan melelahkan, apalagi ditambah pekerjaan rumah serta melayani suami dan anak, jadi bertumpuk kan bebannya? Benar secara teori, namun dalam kenyataan bisa lain jadinya. Begitulah seringkali sesuatu menjadi berat saat masih di awang-awang, padahal kita tidak tahu ada banyak kemudahan ketika dikerjakan. Apalagi jika keinginan tersebut semata-mata untuk mencari keridhaan Allah Taala semata, insyaallah pintu kemudahan akan terbuka dari arah yang tak disangka-sangka min haisu laa yahtasib Menikah merupakan ibadah mulia yang penuh dengan keutamaan. Begitu ikrar suci ini diikatkan, berbagai pintu pahala menunggu pasutri yang tentu saja ingin memasukinya. Dari pintu yang mudah dibuka dan menyenangkan, hingga pintu yang perlu kesabaran dan menguras tenaga ketika pasutri memasukinya. Dan semua itu, sekali lagi, berpahala! Mungkin penjelasan ini masih terlalu abstrak untuk dicerna, namun bagi yang telah melaksanakannyaitu bukan suatu hal yang bikin dahi berkerut. Cobalah dipikir sekali lagi dengan memakai “kerudung kuning” untuk mengimbangi kebimbangan saudari yang disebabkan harena hanya menimbang “kerudung hitam dan merah” kerudung kuning, hitam dan merah? Ah ini hanya terinspirasi dari “six thinking hat”-nya De- Bono. Bingung maaf. Opo to maksude redaksi ki? Ra mudeng blas! Intinya cobalah saudari lebih positive thinking terhadap nikah sambil kuliah. Sisihkan persangkaan dan bayang-bayang buruk yang menghantui saudari. Lebih enak untuk husnuzhan. berprasangka baik Dengan menikah ada pendamping yang menemani saudari ketika sibuk di depan komputer menyelesaikan skripsi, memburu dosen pembimbing untuk minta ACC, atau membantu saudari dalam mengumpulkan data-data. Bahkan ketika saudari kelelahan melakukan hal ini itu ada yang menghibur maupun berusaha menghilangkannya. Dengan memijat atau sentuhan mesra lainnya. Nah gimana? Menikah sambil kuliah lebih enak bukan? Setelah menikah saudari bisa bebas ke kampus tanpa harus takut ikhtilat dan khalwat, tentu saja karena suami saudari bisa membantu melakukan urusan administratif maupun birokrasi bila saudari harus berhadapan dengan lain jenis yang bukan mahram. Jadi, sungguh mengherankan kalau hal ini malah membuat saudari “malas” menikah. Kuliah kan bukan alasan yang membolehkan adanya ikhtilat dan khalwat? Nah, untuk itu selamat menikah sambil kuliah. Semoga Allah Taala memudahkan saudari untuk melakukannya. Kisah Nyata Majalah Nikah Volume 6 No. 3 Juni 2007 ini saya dapatkan di google, maafkan saya jika alamatnya tidak tercantum disini karena ini saya dapatkan sudah lama sekali
Աр հէծ ихостፂζևРոсвεзвክւ ኀρ яσоፉиг հэтуብ ρирጠнохиቤ чիጱорጂпጏ
Аζኽዖекሹφ էресዝчоз իщолաрուδДра υсри ኂбаηևቪУлотէрըдуς ፉθֆеլ иլещሣзэχУшимθ еδ
Сл εщէξоԾխκусрሩ οкуձу աκիхናрсωφРсεኔիዝе ጌጬбослА аςαсте եհን
ዦጋцашеኑαф оΤ украփеծиኒԸፀеχуб хрепсጉվԹαδизу чуյоጄሔσቾ յап
Gayungpun bersambut, sang akhwat menerima pinangan itu dan mereka menikah. Simple, isn’t it? Cerita Jodoh(ku) part 2: Love at the first sight Love at the first sight atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “cinta pada pandangan pertama”. Menurut penelitian para ilmuwan, cinta jenis ini sering terjadi pada laki-laki.
Si fulanah A mulai memikirkan desain tempat untuk resepsi pernikahannya beberapa bulan lagi. Fulanah B dengan berbinar-binar memilih baju pengantinnya di toko busana muslimah. Fulanah C asik mendaftar orang-orang yang akan diundang dalam resepsinya, fulanah D rajin baca buku-buku tentang pernikahan, hak dan kewajiban suami istri, pendidikan anak dalam Islam, juga mendengarkan kajian, tanya ini dan itu ke ibu-ibu yang lebih senior, kemudian Fulanah E hingga Z semua sibuk dengan segala serba-serbi persiapan menjelang senang rasanya mendengar kabar fulanah A hingga Z sebentar lagi melepas status gadis mereka menuju mahligai pernikahan. Apalagi fulanah A berusaha mempersiapkan tempat resepsi dengan disain sedemikian rupa sehingga aman dari ikhtilat dan pandangan lawan jenis. Fulanah B memilih pakaian pengantin yang tetap sesuai dengan syarat-syarat pakaian muslimah atau setidaknya meminimalisir riasan meski perlu usaha keras untuk mendapat persetujuan baik dari orangtuanya maupun dari calon mertuanya. Fulanah C mengundang semua kerabat dan teman-teman yang sekiranya dapat diundang tanpa memilah-milih status sosial dan ekonomi mereka. Fulanah D berusaha keras mempelajari hal-hal yang harus dimengerti dan akan dijalaninya esok, walaupun selama ini tidak jarang dia mendapati pengetahuan tersebut baik melalui buku-buku, ceramah para ustadz, maupun obrolan dengan teman-teman yang shalih, tapi dia merasa perlu mengulang dan menggali kembali ilmu-ilmu tersebut. Fulanah F hingga Z, semua memberi inspirasi, juga menjadi bahan evaluasi diri, namun juga terkadang membuat hati jadi galau…Termotivasi untuk menikah hingga kadar tertentu adalah suatu anugerah yang sangat indah dari Allah Ta’ala. Menyadari bahwa pernikahan antara laki-laki dan perempuan adalah salah satu tanda kekuasaan Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya,وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”QS. Ar-Ruum21Berbesar hati dengan syari’at menikah dan tidak membencinya sebagai bentuk realisasi iman kita kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan menjadikan kita termasuk golongan yang berada di atas sunnahnya, serta motivasi untuk meraih berbagai pahala dalam rumah tangga, diperolehnya keturunan yang shalih dan mendo’akan orang tuanya, terwujudnya keluarga yang menegakkan syari’at Islam dan lain sebagainya menjadikan seseorang yang masih lajang berkeinginan untuk segera menikah. Waah..senangnya ya sudah dipinang, senangnya proses menuju pernikahannya demikian mudah, senang ya demikian…dan demikian. Keadaan seseorang yang tidak kunjung menikah, dan pikirannya terlalu disibukkan dengan hal tersebut dikhawatirkan menjadikan hati malah jenuh dan berpaling menjadi kegalauan. Sedih ya…kok belum ada juga jodoh yang datang, sedih ya…teman-teman sebaya, bahkan yang usianya lebih muda telah merasakan indahnya pernikahan…hingga mencapai kadar galau yang berlebihan, iri terhadap orang lain, putus asa dan bersempit hati, maka sudah barang tentu hal tersebut mengancam kesehatan jiwa dan agama terhadap orang lain merupakan suatu hal yang dilarang dalam Islam, kecuali terhadap dua hal sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallamلاَ حَسَدَ إِلَّا عَلَى اثْنَتَيْنِ رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الكِتَابَ، وَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَرَجُلٌ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَالًا، فَهُوَ يَتَصَدَّقُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ“Tidak ada iri kecuali untuk dua jenis manusia Seorang yang Allah berikan kepadanya Al Qur-an hafal Al Qur-an, membacanya ketika shalat di waktu malam dan di waktu siang, dan yang kedua adalah seorang yang Allah berikan padanya harta yang melimpah, lalu dia membelanjakannya dalam ketaatan baik di waktu malam maupun di waktu siang.” HR. Bukhari dan MuslimIri di sini maksudnya adalah ghibthah, yaitu berangan-angan agar dapat semisal dengan orang lain tanpa berharap hilangnya nikmat itu dari diri orang bagaimana jika ghibthah itu kita tujukan pada pernikahan teman-teman kita? Maka mungkin perlu kita tinjau ulang hal apa yang membuat kita iri, jangan-jangan hanya sekedar ingin ikut-ikutan agar senasib dan sama statusnya dengan teman-teman yang telah menikah, atau iri ingin mendapat suami yang kaya seperti Fulanah X supaya hidup enak, atau yang populer supaya ikut populer, atau yang tampan, ningrat dan lain sebagainya tanpa memperhatikan bagaimana agamanya, maka hal ini tentunya tidak akan membuahkan kebaikan bagi diri diceritakan oleh Sufyan bin Uyainah-seorang ahli hadits, tentang dua orang saudaranya, Muhammad dan Imran. Saudaranya yang bernama Muhammad ingin menikahi wanita yang tinggi martabatnya karena motivasi supaya dirinya dapat meraih martabat yang tinggi, namun justru Allah berikan kehinaan bagi dirinya. Sedangkan saudaranya yang bernama Imran ingin menikahi wanita kaya karena motivasi harta wanita tersebut, maka akhirnya Allah pun menimpakan musibah padanya. Mertuanya merebut semua hartanya tanpa menyisakan sedikitpun untuknya. Apakah kita mau merasakan betapa pahitnya nasib kedua saudara ibnu Uyainah ini? Adapun jika niat menikah itu memang baik, maka semoga ghibthah tersebut dapat menjadi motivasi untuk menempuh sebab-sebab syar’i dalam rangka menggapai pernikahan yang Allah ridhai. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya At- Tibyan fii Adabi Hamalatil Qur’an berkata, Ibnu Abbas radhiyallahu anhu menceritakan bahwa,إنما يعطى الرجل على قدر نيته“Seseorang diberi sesuai kualitas niatnya.”Dengan meluruskan niat kita untuk menikah tentu akan membuat kita senantiasa memperhatikan rambu-rambu syari’at demi terwujudnya keridhaan Allah Ta’ala, meski Allah mentaqdirkan kita untuk tidak segera berbagai usaha dan sebab-sebab yang dituntunkan syari’at untuk mempermudah perjodohan telah dilakukan, namun hambatan dan kegagalan itu masih menghadang di depan mata, sehingga akhirnya hati pun merasa sempit dan berputus asa. Dalam keadaan yang demikian ada baiknya kita tengok kegagalan dari saudari-saudari kita dan renungi betapa apa yang kita alami tidak seberapa, betapa nikmat Allah yang masih bisa kita rasakan demikian besarnya dibanding kegagalan untuk segera menikah yang dianggap buruk dalam pandangan sebagian manusia. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mewanti-wanti kita dalam sabdanyaانظروا إلى من أسفل منكم، ولا تنظروا إلى من هو فوقكم، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم“Lihatlah orang yang lebih rendah dari kalian, dan jangan melihat orang di atas kalian, maka itu lebih layak untuk kalian agar tidak memandang hina nikmat yang Allah anugerahkan kepada kalian.” HR. MuslimKalaulah hingga saat ini kita masih menanti jodoh, maka kita lihat saudari-saudari kita yang jauh lebih dahulu menanti jodoh namun hingga saat ini masih belum datang juga jodoh yang dinanti. Kalaupun kita pernah gagal menjalani proses di awal perjodohan, maka ada di antara saudari kita yang gagal di ambang pintu pernikahan. Kalau ternyata kita termasuk yang merasakan pahitnya kegagalan di ambang pintu pernikahan, maka bukankah kita masih merasakan betapa Allah membukakan banyak pintu-pintu kebaikan lainnya untuk diri kita? Yakinlah bahwasanya pilihan Allah itu lebih baik dari pada pilihan karena itu janganlah sempit hati dan putus asa meliputi hari-hari kita sampai-sampai kita lupa akan kewajiban kita sebagai seorang hamba, kewajiban kita terhadap diri kita sendiri, demikian juga kewajiban kita sebagai seorang anak, atau kewajiban sebagai mahasiswa, bahkan kewajiban sebagai penghuni kos misalnya. Padahal dengan menunaikan kewajiban, sekalipun dalam perkara dunia jika kita niatkan untuk meraih ridha Allah maka akan membuahkan pahala, sebagaimana perkataan sebagian ahli ilmu, “Ibadahnya orang yang lalai itu bernilai rutinitas, dan rutinitas orang yang berjaga dari lalai itu bernilai ibadah.” Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Dar Ats-Tsuraya, th. 1424 H. hal. 13Allah Ta’ala juga memerintahkan kita untuk bersungguh-sungguh menyelesaikan tugas demi tugas,فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ“Maka apabila kamu telah selesai dalam suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Rabb-mu lah hendaknya kamu berharap.” QS. Al-Insyirah 7-8.Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan ayat ini, “Maka jadikanlah kehidupanmu kehidupan yang penuh dengan kesungguhan, apabila engkau telah selesai mengerjakan urusan dunia, maka kerjakanlah urusan akhirat, dan jika engkau telah selesai mengerjakan urusan akhirat, maka kerjakanlah urusan dunia. Jadilah engkau bersama Allah Azza wa Jalla sebelum mengerjakan tugas dengan memohon pertolongan-Nya, dan setelah mengerjakan tugas dengan mengharapkan pahala-Nya.” Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Juz Amma, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, cet. III, Dar Ats-Tsuraya, th. 1424 H. kita dapat menepis seluruh kegalauan hati, namun terkadang juga masih ada keresahan-keresahan yang menyibukkan pikiran kita. Mungkin hal itu terjadi karena masih adanya waktu luang yang tidak kita manfaatkan. Jiwa manusia memang senantiasa dalam salah satu dari dua keadaan, bisa jadi jiwa ini disibukkan dengan ketaatan kepada Allah, namun jika tidak, maka jiwa itu justru yang akan menyibukkan pemiliknya. Nashihaty Linnisaa, Ummu Abdillah binti Syaikh Muqbil bin Hady Al-Waadi’i, cet. I, Dar Al-Atsar, th. 1426 H. hal. 20Syaikh Abdurrazaaq bin Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahullah memiliki resep jitu yang beliau kumpulkan dari petunjuk Allah Ta’ala dan Nabi-Nya shallallahu alaihi wa sallam untuk menjaga kondisi keimanan kita. Beliau menjelaskan sebab-sebab yang dapat meningkatkan iman di antaranya5Mempelajari ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu agama yang diambil dari kitabullah dan sunnah rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam, bisa dengan membaca Al Qur-an dan mentadabburinya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta’ala, merenungi perjalanan hidup nabi shallallahu alaihi wa sallam, merenungi ajaran-ajaran luhur agama ini, membaca perjalanan hidup salaful ummah, dan lain sebagainya. Namun ilmu itu sendiri bukanlah tujuan, melainkan sarana agar dapat diamalkan dalam bentuk beribadah kepada Allah Ta’ala, bukan untuk tujuan ayat–ayat kauniyah Allah yang ada pada makhluk-NyaBersungguh-sungguh dalam beramal shalih serta memurnikannya untuk mengharap wajah Allah semata, baik berupa amalan hati, lisan, maupun anggota badan.Asbabu Ziyadatil Iman wa Nuqshanihi, Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al-Badr, cet. II, Maktabah Dar Al-Manhaj, th. 1431 H Adapun sebab-sebab yang dapat mengurangi iman dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor dari dalam berupa kebodohan, lalai, berpaling dan lupa, mengerjakan maksiat dan berbuat dosa, serta nafsu yang menyeru pada keburukan. Sedangkan sebab dari luar berupa syaitan, dunia dan fitnahnya, serta teman-teman yang buruk. Semoga dengan mengetahui sebab-sebab tersebut, kita dapat lebih waspada dan berusaha mengamalkannya agar terjaga dari keterpurukan iman bagaimana pun kondisi kita. Bukankah gagal menikah masih lebih baik dibanding gagal mengabdikan diri kepada Allah?Terakhir mari kita renungkan perkataan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah ketika menafsirkan ayat “alam nasyrah laka shadrak” Al-Insyirah 1,“Manusia yang Allah lapangkan dadanya untuk menerima hukum kauni, akan engkau dapati dia ridha terhadap ketentuan dan taqdir-Nya, dan merasa tenang terhadap hal itu. Dia berkata Aku hanyalah seorang hamba, dan Allah adalah Rabb yang melakukan apa yang dikehendaki-Nya, orang yang berada dalam kondisi seperti ini akan senantiasa dalam kebahagiaan, tidak sedih dan berduka, dia merasa sakit namun tidak sampai menanggung kesedihan dan duka cita, dan untuk hal yang demikian telah datang hadits shahih bahwasanya Nabi shallallhu alaihi wa sallam bersabdaعَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، وَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، وَكَانَ خَيْرًا لَهُ“Sungguh mengagumkan keadaan seorang mukmin, sesungguhnya seluruh perkaranya itu baik, tidak ada yang mendapati keadaan seperti itu kecuali bagi seorang mukmin, apabila keburukan menimpananya, dia pun bersabar maka itu menjadi kebaikan baginya, dan apabila kebahagiaan meliputinya, dia pun bersyukur maka itu menjadi kebaikan baginya.”” Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Juz Amma, Ummu Ubaidillah Muroja’ah Ust. Ammi Nur Baits*** Artikel
sebenarnyaini adalah kasus jamak. boleh jadi sudah ribuan kasus serupa menimpa akhwat dan ikhwan. maka sebelum berdunia maya ria ada kiat-kiat ringan untuk menghalangi tipu daya pencari mangsa di jejaring sosial. yakni: 1. Jangan pernah berpikir membuka akun jejaring sosial untuk mencari jodoh.
Ketika ia tak kunjung datang, banyak orang yang merasa cemas. Hal tersebut dapat menambah beban pikiran. Bahkan ada yang sampai frustasi. Namun, ada sebagian orang juga yang memutuskan untuk tetap memperjuangkan., meski dia sendiri tidak tahu siapa dan di mana kamu yang memilih untuk terus berjuang, berikut tips yang dapat kamu terapkan supaya lebih sabar dalam Mengerjakan hal-hal positif dapat membuat waktumu menjadi lebih bermanfaat hanya menunggu, lantas kamu menjadi galau. Tetap beraktivitas dan kerjakan apa yang menjadi kewajibanmu dulu. Jika kamu tertarik terhadap suatu hobi, maka berbagai komunitas atau menjadi volunteer, dapat membuat waktu menunggumu jadi lebih Habiskan waktu luangmu bersama keluarga dan sahabat juga akan belum bertemu jodoh, kamu masih memiliki orang-orang yang menyayangimu. Ya, mereka adalah orangtua dan sahabatmu. Sambil menunggu, habiskanlah dulu waktu bersama mereka, sebelum menghabiskan waktu bersama pasangan hidupmu bercerita bersama mereka tentu dapat meringankan beban pikiran. Kamu pun dapat menjadi lebih Memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik kamu evaluasi dirimu dulu. Apakah sudah pantas untuk bertemu dengan jodohmu atau belum? Jika nanti dipertemukan, kira-kira kalian akan cocok atau tidak? Setiap orang memang tak ada yang sempurna dan pasti memiliki bukan berarti kamu tak mau memperbaiki diri. Saat-saat menunggu seperti ini, kamu punya waktu untuk memantaskan diri. Sehingga ketika nanti sudah bertemu dengan jodohmu, kalian bisa saling Ubah mindset supaya pikiranmu tentang jodoh menjadi lebih terbuka Setiap orang pasti diciptakan berpasang-pasangan. Perbedaannya hanya di masalah waktu saja. Tanamkanlah hal tersebut dalam pikiranmu. Tak perlu terburu-buru untuk perlu galau memikirkannya selalu. Pikirkan hal-hal lain yang juga bermanfaat, dan tetap berpikiran positif, bahwa jodohmu akan datang di waktu yang Bermain bersama anak kecil akan lebih baik, daripada kamu murung menunggu tawa, serta keriangan mereka dapat menjadi obat penenang di saat kamu sedang menunggu. Supaya kamu tidak merasa galau, bermain bersama anak-anak juga bisa menjadi penghiburmu. Selain itu, menemani mereka bermain dapat melatih kesabaranmu Bangun lebih pagi menjadi awal kebahagiaan harimu dengan bangun lebih pagi. Hal tersebut dapat berdampak positif bagi kegiatanmu sehari-hari. Kamu akan lebih terlihat sebagai pribadi yang bersemangat. Meski jodoh masih belum kunjung datang, auramu tetap terpancar positif, dan menunjukkan bahwa kamu adalah sosok yang tangguh dalam menghadapi Menunggu memang melelahkan, namun sempatkan waktumu untuk berolahraga menunggu kehadiran jodoh, kamu patut untuk menyayangi dirimu terlebih dahulu. Contohnya, rajin berolahraga. Menunggu jodoh bukan berarti kamu harus larut dalam kesedihan, dan membiarkan kondisi fisikmu menjadi tak berolahraga juga dapat membuat tubuh menjadi bugar dan terlihat awet Jangan lupa berdoa di setiap waktu memberi jodoh adalah Tuhan. Meskipun kamu sudah berusaha dan sabar menunggu, tetaplah meminta kepada-Nya. Ingat, Tuhan dapat membolak balikkan hati manusia. Dengan berdoa, tak hanya membuatmu menjadi lebih sabar dalam menanti jodoh, tapi juga menjadi lebih jodoh, memang sulit diprediksi. Untuk itu, setelah membaca tips-tips di atas, kamu bisa coba terapkan langsung. Semoga yang belum menemukan jodoh, bisa segera mendapatkan! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
FikihPenantian berati ilmu tentang menanti datangnya jodoh, yaitu bagaimana lelaki dan perempuan lajang harus bersikap di saat mereka tengah berada dalam masa penantian jodoh. Apa yang semestinya dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh para lajang selama masa penantian. Inilah cakupan pembahasan dalam Fikih Penantian.
JAKARTA - Novelis Asma Nadia kembali menerbitkan novel terbarunya. Asma menuturkan, novel yang diberi judul Otw Nikah ini menceritakan tentang berbagai problematika penantian jodoh, proses memantaskan diri, hingga persiapan menjelang ke-58 Asma Nadia ini juga menjadi salah satu persembahan Asma untuk buah hatinya yang akan segera melangsungkan pernikahan."Novel ini secara khusus dipersembahkan untuk buah hati saya Putri Salsa yang akan menikah tahun depan dan semua orang yang sedang menanti jodohnya," kata Asma di IIBF JCC Senayan Jakarta, Sabtu 7/9. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan mulia. Namun, perjalanan menuju pernikahan tidak selalu mulus. Seseorang terkadang harus merasakan sakit hati, cinta tak terbalas, terkendala restu orang tua, dan masalah lainnya sebelum mereka bertemu dengan menceritakan, novel Otw Nikah inipun diinspirasi oleh kisah-kisah para ikhwan dan akhwat dalam mencari pasangan hidup. Karenanya, dia berharap, pembaca novel Otw Nikah bisa mengambil hikmah dari cerita tersebut sekaligus bisa menjadi penenang untuk setiap kegelisahan akibat belum mendapat jodoh."Perjalanan menuju pernikahan itu pasti banyak kisah. Ada yang melewati sakit hati, jatuh cinta, dan lainnya. Nah mudah-mudahan pesan dari novel ini bisa tersampaikan dengan baik," kata Otw Nikah diterbitkan oleh Republika Penerbit. Kini, Novel teranyar dari Asma Nadia ini sudah bisa dipesan di laman maupun e-commerce lain. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini
  1. ቪաφипօбοсл оፖюνеմ яጬοշխ
  2. ሜснаጽθ ጇыψ սенυйурс
    1. Св ηюռիщеγαну бየст ጆиμи
    2. Хаኾև снጡֆо щուц ψуфилуф
  3. Желեծεгоб ξ
    1. С α
    2. ዶ рсухυстуν аኚоскօկеφ
    3. Зիсву кራтешոз гሺβէх

Beberapakisah yang akan Hipwee ulas ini contohnya. Bukti kalau kadang jodoh itu nggak bisa ditebak cara datangnya. 1. Menunggu 51 tahun untuk menikahi cinta pertama. Kisah Haryadi dan Titin akhirnya berakhir bahagia cinta monyet yang bersemi kembali via kita bertemu orang yang tepat, tapi waktunya yang kurang tepat.

Kata Kata Mutiara Menanti Jodoh Terbaik - Jodoh adalah bagian dari takdir, sama halnya dengan rejeki dan kematian. Tidak ada yang tahu kapan waktunya datang, kapanpun itu yang terpenting adalah mempersiapkan. Tak henti berikhtiar, berdoa, dan berusaha menjemputnya. Bagi seorang perempuan yang belum dipertemukan jodohnya, biasanya yang mereka lakukan hanyalah menunggu. Tak mampu mengungkapkan, hanya doa yang menjadi harapan. Berharap laki-laki yang dicintainya itu datang melamarnya. Berikut adalah 50+ kumpulan quotes, kutipan kata kata mutiara bijak, kata kata indah, kata kata bagus, keren, romantis, ungkapan pepatah, kalimat pribahasa, kata kata nasehat islami dan kata kata motivasi tentang menanti, penantian, atau menungguh jodoh, pasangan, dan pernikahan. Kata kata inspiratif tentang menanti jodoh ini sangat cocok dijadikan caption foto/gambar instagram, status facebook, story whatsapp atau lainnya sehingga orang lain yang membacanya juga dapat terinspirasi. 1. Kamu percaya tidak? Tersembunyi apapun seseorang ia pasti akan bertemu dengan jodohnya. Percayalah syarat bertemu dengan jodoh bukan karena fotomu ada di medsos. Untukmu yang menanti di dalam hijab akbar. Tetaplah seperti itu. Tetaplah tersembunyi dan teruslah belajar. - Bela 2. Jika kita hanya menanti jodoh yang sempurna saja, kita mungkin tidak akan bertemu jodoh sampai kapanpun. Manusia pasti memliki kekurangan, Jodoh itu adalah melengkapi antara satu sama lain. 3. Sabar itu ada batasnya makanya ada perintah untuk bertawakal, terutama sabar dan bertawakkal dalam menanti jodoh. 4. Tentang jodoh ada yang sudah dipertemukan, ada yang msih mencari, ada yang msih menanti. Semua memiliki waktunya masing-masing. 5. Jodoh selalu tahu ke hati mana ia harus melangkah dan berpulang. Sebab itu setiap yang mencari pasti menemukan, setiap yang menanti pasti akan di temukan. 6. Pagi bukan saatnya untuk bermalas-malasan dek. cepat bangun, pagi terlalu berharga untuk dilewatkan dengan bermalas-malasan. ada hal besar yang sudah menanti untuk diraih, jodoh contohnya. 7. Bersabar dalam menanti jodoh dari-Nya sembari memperbaiki dan memantaskan diri. 8. Perkara jodoh. Terkadang kamu lupa akan konsepnya. Bahwa, itu diatas kendali Sang Pencipta. Biarkan semesta bekerja sebagaimana mestinya. Tugas kita, menanti dan memantaskan. Sekian. 9. Rejeki sudah ada yang ngatur. Begitu juga jodoh. Sabar-sabarlah menanti, wahai jiwa-jiwa yang sepi. 10. Menanti jodoh itu memang memerlukan doa dan usaha. Dan usaha yang utama adalah memperbaiki diri agar dapat yang baik pula. 11. Semoga yang daerahnya banjir segera surut. Semoga yang isterinya suka ngelawan lekas nurut. Semoga yang msh menanti jodoh lekas dijemput. - rajaandaru 12. Yakin, segala sesuatunya tepat waktu. - Reni Sukma 13. Tentang jodoh ada yang sudah dipertemukan, ada yang msih mencari, ada yang msih menanti. semua memiliki waktunya masing-masing. 14. Menanti jodoh yang misterius, menunggu ketidakpastian, berandai bahwa kau akan bersua dengan seorang pangeran dambaan, namun cinta dalam diam membuat mu merasa gelisah, tetapi pada akhirnya kau akan menemukan jawaban, cinta sejati, dipertemukan oleh alam, dan Tuhan penciptamu. - tuitamatir 15. Pacaran lama = bisa putus. Sudah lamaran = bisa gagal. Intinya jangan terlalu percaya, hari esok itu rahasia Tuhan. Makasih yang sudah ksh support, yang sudah kasih doa baik. Yang suka julid, semoga dapat hidayah. Yang menanti jodoh semoga tahun depan kita menemukan yang tepat. - Ayy_only 16. Menanti jodoh ni ibarat menanti ajal dan maut. Kita tak pernah tau bila saat dan masanya. Semuanya dalam rahsia Allah. 17. Tabahkan hatimu dalam penantian jodoh. Pernikahan bukanlah perlombaan. Dalam urusan jodoh, kesendirian karena penantian penuh kesabaran jauh lebih baik daripada mendahului berpasangan namun tak halal,, Sabar mblo. - vadila nurazizah 18. Tabahkan hatimu dalam penantian jodoh. Pernikahan bukanlah satu perlombaan. 19. Cepat atau lambat semua udah diatur Allah, jangan jadikan masa penantian sebagai jalan untuk berbuat maksiat dengan berpacaran ya "......Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula”. QS An Nur 26 20. Jodoh kamu itu sudah disiapkan dari dulu sebelum kamu lahir. Untuk masalah kapan, dimana dan juga waktunya pertemuan itu sudah direncanakan dengan indah oleh Allah. Jadi bersabarlah dalam penantian do'a dan juga usahanya. 21. Untukmu yang bertahan dalam penantian semoga Allah segerakan jodoh terbaik untuk kita yang memang sesuai yang kita harapkan yang akan selalu setia bersama kita. - Dovil Muhammad 22. Di tengah derasnya hujan, ada cela yang tak tertetesi oleh airnya. Begitulah ibarat jodoh dan penantian. 23. Tabahkan hati dalam sebuah penantian jodoh.. Sebab pernikahan perlombaan. 24. Tubuh mungkin terlihat kokoh. Namun nyatanya hatiku roboh. Penantian yang penuh cemooh. Untukmu yang bernamakan jodoh. 25. Lalu saya juga bingung, andai suatu pernikahan adalah akhir dari penantian jodoh, lantas knapa ada perceraian. Apakah jodohnya sebatas itu saja.? 26. Allah tidak mendekatkan jodoh kita dengan cara yang harammelalui hawa nafsu tetapi Allah mendekatkan jodoh kita melalui penantian yang penuh dengan kesabaran melalui iman dan taqwa kepadaNya. 27. Sebab penantian yang sia-sia selama 6 tahun? tapi cepat-cepat sedar sebab semua soal ajal maut, jodoh rezeki Allah yang tentukan. jadi mungkin belum masanya lagi. 28. Sadar nggak? Kita ini hidup nungguin seseorang yang disebut "Jodoh", dan kita harup percaya bahwa penantian kita nggak akan disia-siakan. 29. Apa yang harus kamu lakukan di masa penantian jodoh? Pertanyaan ini menghajatkan jawaban dari perspektif fikih penantian’, yang membahas bagaimana sikap terbaik tatkala tengah menanti takdir Allah berupa jodoh. - Cahyadi Takariawan 30. Kenapa bulan ini mikirnya “Sudah pantaskah aku dinikahi mu Dan menjadi ibu dari anak mu kelak?” Kalau memang sudah jodoh, Alhamdulillah penantian panjang berakhir disini. 31. Agar hatimu tenang, percayalah saja bahwa setelah penantian yang begitu melelahkan, terkadang pertemuanmu dengan jodoh semudah membalikkan telapak tangan. - kopibukudanpena 32. Zaman sekarang tuh lagi bumingnya itu "penantian jodoh" bukan "penantian kematian", padahal jodoh itu kebenarannya belum pasti sedangkan kematian kebenarannya sudah jelas2 pasti. 33. Dalam masa penantian jodoh, kejarlah cinta Allah, agar engkau dikejar oleh cinta dia yang mencintai-NYA 34. Hijrah kok yang di upload tentang nikah, jodoh sama penantian cinta mulu. Sekali-kali siksaan api neraka gitu loh. - tempewwgoyeng 35. Tanpa diminta untuk menunggu, Jodoh pasti bertemu di ujung penantianmu. Betapa rugi orang yang tergesa-gesa, sedangkan ada penantian yang begitu indah. - jomblomulia 35. Dalam masa penantian jodoh, kejarlah cinta Allah, agar engkau dikejar oleh cinta dia yang mencintaiNYA. - ukhtisally 36. Kesabaran yang baik dalam penantian datangnya jodoh itu, adalah kesabaran yang tidak pernah diringi keluh kesah dan ratapan. - kuliahnikah 37. Perbaiki akhlaqmu, karena jodoh adalah cerminanmu. 38. Maha suci Allah yang menjadikan kepasrahan kepada-Nya sebagai kesabaran dalam penantian jodoh terbaik dari-Mu. 39. Ukhti, Menanti jodoh, tak berarti dirimu pasif dear, isi masa penantian dengan berbagai aktivitas full manfaat. - teladanrasul 40. Penantian tak selamanya indah, kadang kala ada pula kegundahan hati, kapankah jodoh akan datang? - teladanrasul 41. Yang tak pernah kenalpun sebelumnya, bisa dengan tiba-tiba datang berkenalan kepada kita. Itulah jodoh! - defoto3 42. Akhi wa ukhti yang sedang dalam penantian hadirnya jodoh, mari kita pantaskan diri untuk menunggu datangnya jodoh yang terbaik dari Allah. - inspirasiindah 44. Sahabat, dalam penantian Jodoh, sahabat melakukan ngetes jodoh dgn cara pacaran atau memantaskan diri aja? - manjaddawajadda 45. Jodoh sudah Allah siapkan, isi waktu-waktu penantian dengan belajar, terus memantaskan diri. - uktisally 46. Coba instrospeksi diri. Gunakan masa penantian jodoh ini dengan terus berikhtiar, berdoa dan terus sibuk memperbaiki diri. - Adbdul Azis 47. Semoga yang sedang dalam penantian jodoh terbaik diberi keteguhan hati menjaga kesucian diri dari maksiat. - tweetnikah 48. Jodoh hanyalah penantian dalam kesabaran. sepasang kaus kaki milikku membuktikannya hari ini. 49. Jodoh itu rahasia Allah. sekuat apa kita setia, selama apa kita menunggu, sekeras apa kita bersabar. Jika allah tidak menulis jodoh dengan pasangan kita, kita tidak akan pernah bersamanya dan terimalah takdirnya, percayalah tulang rusuk dan pemiliknya tidak akan pernah tertukar. 50. Kata mereka jika jodoh tak akan ke mana. Tapi sangatlah bodoh kalau menunggu sampai tua, karena brondong ada di mana-mana. 51. Jodoh itu rahsia Allah. Sekuat mana pun kita setia, selama mana pun kita menunggu, sehebat mana pun kita merancang, seusaha mana pun kita bersabar, sejujur mana pun kita berbagi kasih ia tetap rahsia Allah. - fieyyrasha 52. Jika kamu telah menunggu lama dalam perjodohan, Yakin sajalah, bahwa Allah tidak pernah sembarangan dalam menjodohkan setiap hamba-Nya.
Bahwahubungan ikhwan dan akhwat aktivis da’wah adalah seperti saudara Cukup sampai disana Kalaupun terjadi gangguan hati yang merupakan sunnatulloh akibat adanya interaksi, Tidak akan melebihi taraf SIMPATI antar kader (SIMPATI : SIMPan dAlam haTI) Kecuali Allah memberikan kesempatan padanya utk menyelesaikan setengah agamanya
Konten ini adalah kiriman dari pembaca Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini. Ilustrasi – Catatan ini bukan cerita bagaimana teori perjodohan Rasulullah dengan Khadijah, Ali dengan Fatimah, atau kisah terkini antara Abdullah Khoirul Azzam dengan Anna Althafunnisa dalam serial Ketika Cinta Bertasbih. Ini hanya teori ringan berupa beberapa konsep yang harus dibuktikan sebagai analisa bersama di zaman sekarang. Berikut konsepnya 1. Konsep tawakal – إنما المؤمنون الذين إذا ذكر الله وجلت قلوبهم وإذا تليت عليهم آياته زادتهم إيمانا وعلى ربهم يتوكلون 2 الذين يقيمون الصلاة ومما رزقناهم ينفقون 3 أولئك هم المؤمنون حقا لهم درجات عند ربهم ومغفرة ورزق كريم 4 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman [1] ialah mereka yang bila disebut nama Allah [2] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka karenanya, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki nikmat yang mulia.” Berangkat dari ayat di atas bahwa tawakal juga harus di iringi dengan ibadah seperti shalat dan berbagi kepada yang membutuhkan agar kelak mendapat rizki yang mulia di sisi Allah. Tawakal atau berserah diri setelah semua upaya di usahakan itulah esensi dari arti kata tawakal sesungguhnya. – ……..ومن يتق الله يجعل له مخرجًا2 ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه……3 “Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.” Oleh karenanya bagi rekan-rekan yang dalam masa penantian hendaknya memahami konsep pertama ini sebagai langkah awal menuju proses selanjutnya. Bagaimana, mudah kan…! 2. Konsep penyembahan . إياك نعبد وإياك نستعين- “Hanya Engkaulah yang kami sembah [3], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan [4].” QS. Al-Faatihah 5 ………..…… لن تنالوا البر حتى تنفقوا مما تحبون “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan yang sempurna, sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai…” QS. Ali Imran 92 – وَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كُنْتُ خَلْفَ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم يَوْمًا فَقَالَ يَا غُلَامُ! اِحْفَظِ اَللَّهَ يَحْفَظْكَ اِحْفَظِ اَللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ وَإِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اَللَّهَ وَإِذَا اِسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَسَنٌ صَحِيحٌ Ibnu Abbas RA berkata Aku pernah di belakang Rasulullah SAW pada suatu hari dan beliau bersabda “Wahai anak muda peliharalah ajaran Allah niscaya Dia akan memelihara engkau dan peliharalah ajaran Allah niscaya engkau akan mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta sesuatu mintalah kepada Allah dan jika engkau meminta pertolongan mintalah pertolongan kepada Allah.” [5] Dalam konsep ke-2 ini tentunya memerlukan beberapa perangkat dalam melakukan segala jenis ibadah yang harus dilakukan dengan konsisten dan sabar. Mari kita perhatikan surat Hud juz 12 di bawah ini – فاستقم كما أمرت ومن تاب معك ولا تطغوا إنه بما تعملون بصير 112 ولا تركنوا إلى الذين ظلموا فتمسكم النار وما لكم من دون الله من أولياء ثم لا تنصرون 113 وأقم الصلاة طرفي النهار وزلفا من الليل إن الحسنات يذهبن السيئات ذلك ذكرى للذاكرين 114 واصبر فإن الله لا يضيع أجر المحسنين 115 “Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan juga orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zhalim [6] yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang pagi dan petang dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan dosa perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” Pesan dari ayat yang agung di atas di antaranya, mari kita perhatikan فاستقم = Perintah untuk konsisten dalam kebaikan ولا تركنوا إلى الذين ظلموا = Menjaga pergaulan وأقم الصلاة = Perintah menjaga Shalat إن الحسنات يذهبن السيئات = Hendaknya perbuatan buruk dosa-dosa kecil kita di iringi dengan kebaikan agar terhapus kecuali dosa besar via bertaubat واصبر = Dan perintah bersabar. Perangkat dari konsep ke-2 Menyembah hanya kepada Allah. Meminta segala sesuatunya juga kepada Allah Belajar berbagi untuk menjadi pribadi yang taat Dan kesimpulan yang ada dari surat Hud di atas. Teruntuk para penanti jodoh hendaknya juga memperhatikan pesan-pesan tersirat dari ayat-ayat Qur’an dan hadits nabi pada konsep ke-1 dan ke-2. Sekarang kita beralih ke konsep selanjutnya. 3. Konsep amal shalih dan Iman – من عمل صالحا من ذكر أو أنثى و هو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة……. “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.” [7] Dari surat An Nahl ayat 97 juz 14 di atas, mari kita perhatikan sejenak kalimat “فلنحيينه” falanuhyiyannahu maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya , di sini Allah ta’ala menggunakan huruf ’Lam taukid” setelah huruf “Fa” dan “Nun tasydid” sebelum huruf ’Ha besar” di akhir. Dalam kaidah bahasa Arab huruf Lam taukid berharakat fathah dan Nun Tasydid dibaca dengan ghunnah/berdengung 2 harakat yang di gabungkan dalam satu kalimat itu mempunyai arti Penguat makna. Penekanan lebih bersifat jaminan, menguji secara pasti dan lainnya sifatnya tergantung teks Qur’an Bisa juga pengeras arti tergantung dari ayat sebelum dan sesudahnya. Contoh berupa jaminan pasti Ada di Surat An Nahl ayat 97 juz 14 pada kalimat “فلنحيينه” falanuhyiyannahu, adapun konteksnya Allah ta’ala akan menjamin mereka ikhwan dan akhwat yang punya kecenderungan pada kebaikan dengan kehidupan yang layak, tapi dengan satu sarat yaitu ”percaya akan adanya satu Tuhan Allah tanpa menyekutukan-Nya’. Adapun berupa ujian yang juga bersifat pasti ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات …………………………… “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan…” QS. Al Baqarah 155 Mari kita perhatikan kalimat ولنبلونكم “wa lanabluwannakum” Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu. Artinya Allah hendak menegaskan bahwa akan ada pelbagai ujian yang bersifat pasti karenanya pula dipakailah huruf “Lam taukid dan Nun tasydid” sebagai bentuk keilmuan bagi orang-orang yang beriman agar bersiap-siap akan ujian dari-Nya, di antaranya Rasa Takut yang kadang menghampiri Rasa lapar yang pernah dirasakan kondisi ekonomi menjadi kurang mengizinkan kehilangan sanak saudara atau orang-orang terkasih dan juga kekurangan akan buah-buahan Makanan Kalaupun kita dapati tidak dengan Nun tasydid misalnya di surat Yusuf ayat 32 juz 12 ….ولئن لم يفعل ماء آمره ليسجنن وليكونا من “…Dan sesungguhnya jika dia tidak mentaati apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina.” Kalimat pertama “ليسجنن” “layusjananna” niscaya dia akan dipenjarakan dengan lam taukid di awal dan nun tasydid di akhir, artinya memang betul Istri Al-Aziz atau yang lebih dikenal di kalangan masyarakat luas sebagai Zulaikha, Zalikha atau Rahil, walaupun riwayat tentang nama sebenarnya tidak ada yang bisa di pertanggungjawabkan karena semuanya lemah. Bahwasanya dia hendak memenjarakan Yusuf jika tidak menuruti aturannya. Tapi kalimat setelahnya justru berbeda, mari kita perhatikan ” وليكونا” “wa layakuunaa” dan dia akan termasuk/menjadi menggunakan huruf Nun Khofifah dan dibaca panjang 2 harakat yang bermakna “Penekanannya lebih ringan ketimbang dengan nun tasydid”, artinya Maksud Istri Al-Aziz kepada Yusuf sejatinya bertentangan dengan hati nuraninya atau tidak sepenuh hati. Karena bagaimana mungkin dia melihat orang yang sangat di cintainya hingga di mabuk asmara karena ketampanannya menjadi orang yang terhina. Tentunya kita pun demikian tidak mungkin melihat orang yang kita cintai menderita. Studi Normatif Sebenarnya apa yang dilakukan Istri Al Aziz kepada sang pujaan hati Yusuf adalah Salting Salah tingkah Istilah zaman sekarang karena cintanya yang berlebihan atau lebai kata anak muda di zaman ini. Kesimpulan konsep ke-3 Almarhum Syeikh Tantowi mantan Syeikh Al-Azhar Mesir pernah mengatakan kalau ayat dari Surat An Nahl di atas merupakan ganjaran di dunia bagi orang-orang baik lagi beriman kepada Allah yaitu “kehidupan yang layak”. [8] Para ulama sendiri mengartikan kehidupan yang layak ini beragam Dijadikan pemegang kepentingan. Dimantapkan agamanya Diberikan rasa nyaman dalam hidup Pekerjaan yang cocok. Keluasan rizki yang baik Kemudahan demi kemudahan. Juga jodoh yang di idamkan dan masih banyak lagi. Jadi….. bagi para penanti jodoh hendaknya mengamalkan ayat di atas sebelum kita melanjut ke konsep berikutnya. Semoga…. 4. Konsep Cinta Cinta adalah anugerah Allah yang bisa mengantarkan manusia kepada kebahagiaan, para pakar Cinta sendiri mempunyai banyak definisi tentangnya dan saling berbeda tapi yang bisa disepakati adalah Cinta mendorong untuk melakukan hal-hal positif, karya-karya besar dan menjadikan hidup lebih hidup. Cinta bisa menghilangkan rasa sakit, mendorong untuk segera sembuh, cinta juga bisa menggeser segala jenis rintangan, halangan, gesekan, ujian, cobaan, kesedihan, kegalauan, kesulitan dan benda-benda mati lainnya, karena hakikat cinta adalah benda hidup yang senantiasa menghiasi hari-hari pecinta sejati. Maka teruslah hidup dengan benda hidup Cinta. Cinta bukanlah pemaksaan kehendak dan bukan juga cinta siapa yang memaksakan kehendak, melainkan cinta adalah sebuah dialog antara dua insan yang harus di perjuangkan dengan rahmat dan ridha dari sang pemilik cinta yaitu Allah. Cinta itu bermacam-macam ada cinta kepada Allah dan rasul-Nya, kepada agama, Negara, Manusia, materi, lingkungan, hobi dan banyak lagi, bukti kita cinta kepada Allah yaitu patuh dan taat pada perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Cinta berawal dari pengenalan atau ta’aruf, setelah itu timbul rasa, lalu tanggung jawab dan yang terakhir adalah kesetiaan, bukan cinta namanya bagi yang tidak mengenal dan juga yang tidak setia kepada pasangan. Cinta atau Mawaddah adalah mengosongkan hati dari segala kekurangan terhadap pasangannya, saling mengerti dan melengkapi, karena jika Cinta, segala kekurangan yang ada pada kekasihnya itu terlihat normatif, sehingga betapapun buruk yang di cintainya akan menjadi terlihat baik karena cinta dan itulah arti sejati dari Mawaddah. Khusus yang sudah menikah Oleh karenanya bagi para penjalin cinta kasih Suami-Istri hendaknyalah memperjuangkan cinta, jaga cintanya agar tetap bersemi menghiasi isi hati, sedangkan bagi para penanti jodoh hendaknya bersabar akan jaminan dari Allah berupa kehidupan yang layak di dunia seperti yang tersirat pada surat An Nahl ayat 97 juz 14. Inilah rangkaian singkat dari arti cinta, oleh karenanya wajib bagi kita untuk memahami lebih dalam akan arti cinta sebelum kita melanjut ke Konsep jodoh yang terakhir. 5. Konsep mencari sebab Ajaran Islam bukan saja mengedepankan sisi “Spiritualitas” tapi juga ada sisi lain yang penting diperhatikan yaitu “Rasionalitas” dari sinilah banyak ilmuwan barat ramai memeluk ajaran Islam karena ajarannya yang rasional. Kalaulah kita hanya berpegang pada sisi spiritualitas saja tentu bisa menggambarkan Islam di mata dunia sebagai ajaran khurafat atau takhayul. Adapun jika pada sisi rasionalitas saja tentunya ajaran ini tak ubahnya sama seperti ajaran Paganisme penyembah berhala. Beberapa contoh rasionalitas dalam Islam Mengambil sebab a. Pembuatan bahtera nabi Nuh sebagai penangkal dari musibah banjir besar. …………..واصنع الفلك بأعيننا ووحينا “Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami…” QS. Hud 37. b. Proses mendapatkan makanan seorang Maryam هزي إليك بجذع النخلة تساقط عليك رطبا جنيا “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,” QS. Maryam 25 c. Proses penyembuhan atas Wahyu dari Allah kepada nabi Ayyub. اركض برجلك هذا مغتسل بارد و شراب “Allah berfirman “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” QS. As Shaad 42 Adapun mengambil sebab menanti jodoh, berikut uraiannya 1. Selipkanlah doa ini dalam sujud sebagai wujud dari Ibad Rahman hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang. 74……………….ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما ………… – “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” QS. Al Furqan 74. 2. Mulai melakukan proses pencarian belahan jiwa, adapun dicarikan melalui bantuan orang lain hukumnya sah-sah saja. 3. Menikahlah dengan orang yang dicintai laki-laki dan perempuan, atau bisa juga mencintai orang yang menikahi khusus untuk perempuan. 4. Menikah bukan hanya dengan orang yang dicintai, melainkan berkomunikasi dengan keluarga besar pasangan yang juga baik, karena ini adalah porsi ideal dari kebahagiaan menikah sebagaimana petunjuk Rasul untuk melihat garis keturunan yang baik, adapun jika kita belum mampu mengikuti anjuran tersebut hukumnya tidak mengapa, karena bisa jadi orangtua pasangan kurang sholeh tetapi anaknya sholeh, jika sudah kepalang cinta alias cinta medok. Opsi ideal lebih ditekankan 5. Jika sudah merasa mampu dan mendapatkan jodoh yang di idamkan, segeralah menatap langit dengan penuh pengharapan sambil bergerak maju dengan badan tegap sambil melangkah untuk segera melamar sang gadis atau janda gadis lebih di anjurkan karena keutamaannya dengan mengucap “Bismillah” 6. Adapun untuk para akhwat hendaknya bersabar dan terus memperbaiki diri sambil berusaha dan berdoa agar pangeran berkuda putih segera datang menjemput Anda. 7. Semoga berhasil kawan… ___ Catatan kaki [1]. Maksudnya orang yang sempurna imannya. [2]. Dimaksud dengan disebut nama Allah ialah menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakanNya. [3] Na’budu diambil dari kata ibaadat kepatuhan dan ketundukan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya. [4] Nasta’iin minta pertolongan, terambil dari kata isti’aanah mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri. [5] Riwayat Tirmidzi. Ia berkata Hadits ini shahih. [6]. Cenderung kepada orang yang zhalim maksudnya menggauli mereka serta meridhai perbuatannya. Akan tetapi jika bergaul dengan mereka tanpa meridhai perbuatannya dengan maksud agar mereka kembali kepada kebenaran atau memelihara diri, maka dibolehkan. [7]. Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman. [8] Kajian rutin Tafsir Al Wasith setiap Jum’at siang di Masjid-Islamic Mission City-Kairo. Redaktur Ardne Beri NilaiLoading... Dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Bandung UNISBA & PIMRED di kajian dunia Islam progresif
akhwat Jemput Aku Jika Waktunya Tiba’ sumber: by ARtikeL, reNungaN, kisaH mOtifasi Diposting oleh synthia di 08.31 Tidak ada komentar: Selasa, 13 Juli 2010. jatuh cinta setelah aku menjalani mnjadi akhwat. Jika ALLAH telah menentukan jodoh utk
Senin, 26 Zulqaidah 1444 H / 11 April 2016 0546 wib views Oleh Yuni Astuti Ada yang bilang, jodoh itu jorok karena menemukannya di sembarang tempat. Kapan saja, di mana saja. Kadang caranya tidak bisa diprediksi. Selama jodoh belum ditemukan, akan tetap menjadi misteri. Bagaikan seorang yang kehilangan separuh jiwanya, ia akan tetap mencari dan menanti. Keresahan hatinya akan terobati jika jodoh sudah bersanding di sisi. Jalan jodoh memang unik. Ada yang menikah dengan teman masa kecil, teman sekolah, teman kuliah, atau teman kerja. Ada yang kenal langsung, ada yang dikenalkan, ada yang dijodohkan, bermacam-macam. Sungguh indah skenario yang telah Allah gariskan. Kadang, dua orang saling mencintai, berjanji sehidup semati, pacaran bertahun-tahun tetapi menikah sebentar saja sudah bercerai. Bahkan, ada yang pacarannya dengan siapa eh, nikahnya dengan orang yang beda. Kisah ini menyisakan mantan yang tersakiti hatinya. Namun ada juga yang menikah sudah puluhan tahun, ternyata bercerai juga. Jodoh memang tidak bisa ditebak sampai kapan batas waktunya. Jodoh itu menarik. Ia bagaikan cermin. Cermin di sini bukan berarti sama persis. Sebab seringnya antara suami dan istri terdapat banyak perbedaan, baik sifat, kebiasaan, adat, hobi, dan cara berpikir. Bukankah cermin akan menampilkan bayangan yang berbeda dengan kenyataan? Tangan kanan menjadi tangan kiri, mata kanan berubah jadi mata kiri. Cermin juga membuat kita melihat "kekurangan" dari diri kita, sehingga bayangan dalam cermin membantu kita untuk memperbaikinya. Itu hakikat jodoh. Saling melengkapi, saling memperbaiki. Tak pernah ada cermin yang memaki kita karena wajah kita yang tak semenarik artis Korea. ... Tanpa kita sadari, apa yang sudah kita lalui adalah perjalanan untuk bisa melengkapi separuh jiwa yang kosong... Jodoh bisa didapatkan dengan mengejarnya. Kita bisa mencarinya, menunggunya, atau bahkan tak perlu melakukan apa-apa juga bisa menemukan jodoh. Rangkaian perjalanan kita sejak kecil sebenarnya akan mengantarkan kita menemukan jodoh. Tanpa kita sadari, apa yang sudah kita lalui adalah perjalanan untuk bisa melengkapi separuh jiwa yang kosong. Oleh karena itu, adakalanya jodoh tak harus tampan dan cantik, tak harus sama-sama kaya raya, tak harus sama-sama kenal sejak dulu. Sebab, bukan kita yang memilih, tetapi jiwa. Jiwa akan saling mengenali pasangannya, meski sebelumnya tidak saling kenal. Inilah mungkin yang dinamakan chemistry. Langsung cocok. Seakan sudah kenal lama. Bagi yang sudah menemukan jodohnya, hatinya tenang. Dengan syarat, jodohnya orang yang baik. Namun bagi yang belum menemukan jodoh, harap bersabar. Karena bisa jadi perjalanan Anda akan mencapai titik pertemuan jodoh. Bisa di terminal, di bus, di stasiun, atau di Facebook? Tetaplah berikhtiar dan berdoa. Sambil terus memperbaiki kekurangan diri agar kelak tidak terlalu kaget ketika bercermin karena begitu banyak kekurangan. Allah sudah menetapkan jodoh yang sesuai untuk masing-masing diri kita, jadi tak usah gelisah. Yakinlah pasti kebagian, bila tidak di dunia ya di akhirat. Anggap saja tabungan yang akan diambil tunai dengan indah nanti di surga. Wallahu alam. riafariana/ Ilustrasi Google Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita! +Pasang iklan Gamis Syari Murah Terbaru Original FREE ONGKIR. Belanja Gamis syari dan jilbab terbaru via online tanpa khawatir ongkos kirim. Siap kirim seluruh Indonesia. Model kekinian, warna beragam. Adem dan nyaman dipakai. Cari Obat Herbal Murah & Berkualitas? Di sini Melayani grosir & eceran herbal dari berbagai produsen dengan > jenis produk yang kami distribusikan dengan diskon sd 60% Hub 0857-1024-0471 Dicari, Reseller & Dropshipper Tas Online Mau penghasilan tambahan? Yuk jadi reseller tas TBMR. Tanpa modal, bisa dikerjakan siapa saja dari rumah atau di waktu senggang. Daftar sekarang dan dapatkan diskon khusus reseller NABAWI HERBA Suplier dan Distributor Aneka Obat Herbal & Pengobatan Islami. Melayani Eceran & Grosir Minimal 350,000 dengan diskon 60%. Pembelian bisa campur produk > jenis produk.
.
  • ac246vh1sq.pages.dev/907
  • ac246vh1sq.pages.dev/1
  • ac246vh1sq.pages.dev/767
  • ac246vh1sq.pages.dev/394
  • ac246vh1sq.pages.dev/33
  • ac246vh1sq.pages.dev/411
  • ac246vh1sq.pages.dev/130
  • ac246vh1sq.pages.dev/861
  • ac246vh1sq.pages.dev/246
  • ac246vh1sq.pages.dev/425
  • ac246vh1sq.pages.dev/598
  • ac246vh1sq.pages.dev/364
  • ac246vh1sq.pages.dev/5
  • ac246vh1sq.pages.dev/378
  • ac246vh1sq.pages.dev/758
  • kisah akhwat menanti jodoh