1 Nyeri payudara. Penyebab nyeri payudara saat pms dan hamil adalah peningkatan hormon progesteron dalam tubuh untuk mempersiapkan pembuahan. Berikut adalah perbedaan tanda hamil muda dengan telat haid. Haid. Hamil. Berlangsung sebentar selama haid saja. Payudara bengkak pada 1 - 2 hari sebelum haid.
Seberapa umumkah gangguan menstruasi terjadi? Gangguan haid atau menstruasi sangat umum terjadi. Tergantung pada apa jenis gangguannya, kondisi ini dapat terjadi pada pasien dari berbagai macam golongan usia. Gangguan menstruasi adalah kondisi yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Gejala-gejala umum pada gangguan menstruasi umumnya bervariasi, tergantung dari apa jenis gangguannya. Berikut adalah gejala-gejala yang gangguan haid yang seringkali dialami oleh wanita. PMS PMS atau premenstrual syndrome biasanya terjadi selama 1-2 minggu sebelum haid dimulai. Kebanyakan perempuan mengalami berbagai gejala fisik maupun emosional. Namun, perempuan lainnya mungkin mengalami gejala yang lebih sedikit atau bahkan tidak sama sekali. Gejala PMS yang umunya terjadi seperti perut kembung, mudah emosi, nyeri punggung, sakit kepala, nyeri pada payudara, jerawat, kelaparan, rasa lelah, depresi, gelisah, stres, insomnia, konstipasi, diare, dan kram perut ringan. Menstruasi berat Masalah menstruasi umum lainnya adalah menstruasi berat. Gangguan ini disebut juga menorrhagia, menyebabkan Anda mengeluarkan darah kotor lebih dari normal. Masa haid berlangsung lebih dari rata-rata lima sampai tujuh hari. Absen menstruasi Pada beberapa kasus, perempuan tidak mendapatkan haidnya. Gangguan ini disebut juga amenorrhea. Amenorrhea primer adalah pada saat Anda tidak mendapatkan haid pertama pada usia 16 tahun. Hal ini bisa terjadi akibat kelainan sejak lahir pada sistem reproduksi wanita, atau keterlambatan pubertas. Sementara itu, amenorrhea sekunder terjadi saat Anda berhenti mendapatkan haid reguler Anda selama enam bulan atau lebih. Tidak semua amenorrhea adalah gejala penyakit, ada pula kemungkinan bahwa menstruasi yang terhenti karena Anda sedang hamil. Untuk memastikannya Anda dapt menggunakan alat tes kehamilan. Dismenore Sebagian besar perempuan pasti pernah merasakan kram perut sebelum atau selama menstruasi. Namun, beberapa di antaranya mengalami rasa sakit berlebihan yang berlangsung lebih lama. Kondisi ini disebut dengan dismenore. Rasa sakit yang dialami ketika seseorang menderita dismenore terkadang juga disertai oleh kondisi pucat, berkeringat, lemas, serta kepala terasa ringan. Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Oligomenorrhea Oligomenorrhea adalah salah satu kelainan haid di mana siklus haid Anda tidak teratur padahal Anda berada dalam usia subur. Seorang wanita dikatakan mengalami oligomenorrhea jika mengalami hal-hal berikut. Jarak antara satu periode haid ke periode haid berikutnya berlangsung lebih dari 35 hari. Tidak mengalami haid sama sekali selama lebih dari 90 hari. Haid yang dialami kurang dari 9 kali dalam waktu 1 tahun. Kapan saya harus periksa ke dokter? Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, periksakanlah diri Anda ke dokter atau layanan kesehatan terdekat. Penyebab gangguan menstruasi Gangguan haid dapat terjadi karena berbagai penyebab. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. 1. Kehamilan atau menyusui. Menstruasi yang terlewat dapat menjadi tanda awal kehamilan. Menyusui umumnya dapat menunda kembalinya haid setelah kehamilan. 2. Gangguan makan Gangguan makan seperti anorexia nervosa atau tidak makan karena takut berat badannya naik menjadi salah satu penyebab gangguan menstruasi. 3. Penurunan berat badan ekstrim Berat badan yang menurun drastis akibat kurang makan atau karena penyakit tertentu dapat menyebabkan gangguan menstruasi 4. Olahraga berlebihan Meskipun olahraga itu baik, namun meningkatnya aktivitas fisik secara berlebihan dapat mengganggu menstruasi. 5. Polycystic ovary syndrome PCOS. PCOS yaitu gangguan sistem endokrin yang menyebabkan munculnya banyak kista pada indung telur. Kondisi ini dapat dilihat melalui pemeriksaan USG. 6. Kegagalan ovarium prematur. Merupakan hilangnya fungsi normal ovarium sebelum usia 40 tahun. Perempuan yang mengalaminya mungkin mendapatkan haid secara tidak teratur atau hanya sesekali dalam setahun. 7. Penyakit inflamasi panggul Disebut juga pelvic inflammatory disease PID. Yaitu infeksi pada organ reproduksi. Hal ini menyebabkan pendarahan menstruasi tidak teratur. 8. Fibroid rahim Fibrioid rahim adalah kondisi pertumbuhan uterus tanpa sifat kanker. Gangguan ini dapat menyebabkan menstruasi berlebihan atau periode haid yang lebih panjang. Faktor risiko gangguan menstruasi Gangguan menstruasi adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap wanita, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini. Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit atau kondisi kesehatan. Dalam kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor-faktor risiko. Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya gangguan haid 1. Usia Usia berperan penting dalam gangguan menstruasi. Anak perempuan yang mulai menstruasi pada usia 11 tahun atau lebih muda memiliki resiko lebih tinggi terhadap nyeri haid, periode haid yang lebih lama, dan siklus menstruasi yang lebih panjang. Remaja dapat mengalami gangguan amenorrhea sebelum siklus ovulasi mereka teratur. Perempuan dalam masa menjelang menopause perimenopause juga dapat mengalami absen haid dan pendarahan yang berlebihan. 2. Berat badan kurang atau berlebihan Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan dapat meningkatkan resiko nyeri haid yang parah dan absen haid. 3. Siklus dan aliran menstruasi Siklus menstruasi yang lebih panjang atau lebih berat biasanya diasosiasikan dengan kram dan rasa nyeri. 4. Kehamilan Perempuan yang mengalami kehamilan lebih sering memiliki risiko lebih tinggi mengalami pendarahan berlebih. Sementara itu, perempuan yang belum pernah melahirkan memiliki resiko lebih tinggi mengalami dysmenorrhea atau nyeri haid parah. 5. Stres Stres fisik dan emosional dapat menghalangi lepasnya hormon LH Luteinizing Hormone dan menyebabkan amenorrhea sementara. Diagnosis gangguan menstruasi Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda. Untuk mendiagnosis gangguan menstruasi, dokter akan bertanya mengenai beberapa hal seperti gejala-gejala yang Anda rasakan saat haid, sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut, bagaimana keteraturan siklus menstruasi Anda, dan gejala-gejala lain yang Anda rasakan. Selain itu, jika diperlukan, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik, antara lain sebagai berikut. 1. Tes panggul Tes panggul memungkinkan dokter Anda untuk menilai organ reproduksi Anda untuk menentukan apakah vagina atau serviks Anda mengalami peradangan. 2. Pap smear Pemeriksaan pap smear dilakukan untuk mengesampingkan kemungkinan kanker atau kondisi-kondisi penyebab lainnya. 3. Tes darah dan tes urine Tes ini dapat membantu menentukan keberadaan ketidakseimbangan hormonal yang menyebabkan gangguan menstruasi Anda. Jika Anda mencurigai kemungkinan hamil, dokter Anda atau perawat akan melakukan tes darah atau tes urine untuk memeriksa kehamilan. Selain pemeriksaan di atas, pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan untuk mendiagnosis sumber gangguan menstruasi. Antara lain sebagai berikut. 1. Biopsi endometrium Pada tes biopsi endometrium, dokter akan mengambil sedikit sampel dari jaringan dinding rahim Anda. Tujuannya untuk mendiagnosis adanya gangguan seperti endometriosis, ketidakseimbangan hormon, atau adanya potensi kanker. 2. Laparoskopi Pada prosedur laparoskopi, dokter memasukkan alat kecil bernama laparoskop melalui sayatan kecil di perut, yang kemudian diarahkan menuju rahim dan ovarium. 3. Histeroskopi Prosedur ini menggunakan alat kecil bernama histeroskop yang dimasukkan melalui vagina dan serviks. Dengan alat ini, dokter dapat melihat dengan jelas bagian rahim Anda untuk mengetahui adanya kelainan seperti fibroid atau polip. 4. USG Tes ultrasonografi atau USG juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis gangguan haid. Tes USG menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar rahim Anda. Tes-tes lainnya yang dapat menjadi bahan pertimbangan diagnosis adalah MRI scan, kuretase, dan tes hormon tubuh. Pengobatan gangguan menstruasi Pengobatan kondisi ini tergantung pada penyebab gangguan siklus menstruasi Anda. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing jenis penanganan tergantung pada gangguan yang Anda alami. Memperbaiki siklus menstruasi Pengobatan hormonal, seperti obat-obatan estrogen atau progestin, mungkin akan diresepkan oleh dokter untuk membantu memperbaiki siklus haid dan pendarahan berlebih saat menstruasi. Mengurangi rasa nyeri Jika Anda mengalami rasa nyeri yang luar biasa saat sedang datang bulan, dokter akan meresepkan obat-obatan seperti ibuprofen atau asetaminofen. Penggunaan obat yang mengandung aspirin sangat tidak disarankan karena justru dapat memperparah aliran darah menstruasi. Mengontrol pendarahan berlebih Dokter mungkin akan meresepkan pil atau suntik KB untuk mengontrol pendarahan berlebih. Mengobati fibroid rahim Gangguan menstruasi mungkin saja terjadi akibat fibroid rahim. Kondisi ini dapat diatasi dengan obat-obatan atau prosedur operasi. Prosedur operasi pengangkatan fibroid atau miomektomi dilakukan tergantung pada ukuran, lokasi, serta jenis fibroid. Pada kasus yang sudah cukup parah, pasien mungkin perlu menjalani prosedur histerektomi. Yaitu pengangkatan fibroid bersamaan dengan rahim. Alternatif pengobatan lainnya adalah uterine artery embolization atau emboli arteri rahim, di mana aliran darah menuju jaringan fibroid akan dihentikan secara permanen. Menangani endometriosis Meskipun endometriosis adalah salah satu gangguan menstruasi yang tidak dapat disembuhkan secara tuntas, terdapat obat-obatan pereda rasa sakit yang dapat Anda konsumsi. Selain itu, obat-obatan hormon seperti pil KB juga dapat memperlambat pertumbuhan jaringan rahim, serta mengurangi volume darah yang hilang selama menstruasi. Pada kasus yang cukup parah, dokter akan memberikan obat-obatan hormon pelepas gonadotropin untuk menghentikan menstruasi sementara. Terdapat pilihan pengobatan lain yang dapat membantu mengatasi pendarahan berlebih saat menstruasi, yaitu alat kontrasepsi IUS Intrauterine System. Tips mengobati gangguan menstruasi di rumah Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan menstruasi. 1. Mengatur pola makan Pengaturan pola makan dimulai sekitar 14 hari sebelum haid dapat membantu beberapa orang mengatasi masalah menstruasi yang ringan, seperti kram. Terapkan pola makan sehat seperti mengonsumsi makanan gandum utuh, buah dan sayuran segar, serta menghindari lemak jenuh dan makanan cepat saji. Selain itu, membatasi konsumsi garam sodium, asupan kafein, gula, dan alkohol juga dapat bermanfaat. 2. Mengonsumsi makanan penambah darah Perbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah, ikan, dan kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan hemoglobin darah. Dengan begitu, Anda terhindar dari anemia atau kurang darah saat mengalami haid. 3. Memperbaiki pola tidur Selain mengonsumsi makanan sehat, memperbaiki pola tidur juga penting untuk mencegah anemia. Saat mengalami menstruasi, usahakan agar tidur Anda cukup selama kurang lebih 8 jam sehari. 4. Olahraga Selain beristirahat cukup, olahraga yang cukup juga dapat membantu mengatasi gangguan haid seperti rasa nyeri dan kram. Namun, pastikan Anda tidak berolahraga berat yang menguras tenaga. 5. Berendam air hangat Menempelkan kompres hangat pada bagian perut atau berendam air hangat, dapat mengurangi nyeri dan kram akibat haid. 6. Menjaga kebersihan Ganti pembalut setiap 4-6 jam. Hindari menggunakan pembalut atau tampon berparfum karena dapat mengiritasi bagian kewanitaan Anda. Tidak disarankan melakukan douching atau pembersihan menggunakan bahan kimia yang dimasukkan melalui selang. Tindakan ini dapat membunuh bakteri alami yang hidup di vagina. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah haid Anda.
Padausia 12-16 tahun, laki-laki mengalami masa . 7. Cici belum mengalami menstruasi. Ini menandakan Cici berada pada masa . 8. Uni telah mengalami menstruasi. Ini menandakan bahwa Uni telah memasuki masa . 7. Tokoh Jepang yang menjamin keamanan perumusan naskah proklamasi adalah . Menstruasi terlambat biasanya menjadi tanda awal kehamilan. Padahal, kondisi ini tidak hanya dialami oleh orang yang sedang hamil. Telat haid juga bisa menjadi gejala dari gangguan kesehatan yang perlu mendapatkan penanganan dokter. Siklus menstruasi tiap wanita umumnya berbeda-beda. Namun, siklus yang normal adalah 21–35 hari, terhitung dari hari menstruasi terakhir. Nah, Anda bisa dikatakan mengalami menstruasi terlambat bila tidak haid selama 35 hari atau lebih. Meski umum terjadi, Anda dianjurkan untuk tetap waspada, sebab ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan menstruasi terlambat. Faktor Penyebab Menstruasi Terlambat Menstruasi terlambat tidak selalu menjadi pertanda kehamilan. Ada faktor lain yang juga bisa menyebabkan kondisi ini, yaitu 1. Stres Saat stres, produksi hormon gonadotropin dan kinerja hipotalamus, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab mengatur siklus menstruasi, akan terganggu. Hal inilah yang membuat siklus menstruasi terlambat. Jika periode menstruasi terganggu akibat stres, Anda dapat mengatasinya dengan mencoba teknik relaksasi, melakukan sesuatu yang disukai, atau mendengarkan musik. 2. Obesitas Penambahan berat badan bisa memicu perubahan hormon pada wanita. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas, memiliki risiko tinggi mengalami menstruasi terlambat. Diet dan olahraga akan disarankan oleh dokter jika obesitas menjadi faktor penyebab menstruasi terlambat yang Anda alami. 3. Berat badan turun Menstruasi terlambat kemungkinan dialami oleh wanita dengan gangguan makan, seperti anoreksia atau bulimia. Jika berat badan terlalu rendah dari berat badan ideal, fungsi tubuh akan terganggu dan ovulasi pun akan terhenti. Mengobati gangguan makan dan menaikkan berat badan secara sehat dapat mengembalikan siklus haid yang normal. 4. Kebiasaan merokok Kebiasaan merokok dapat menyebabkan gangguan pada menstruasi dan salah satunya adalah menstruasi terlambat. Hal ini terjadi karena zat-zat yang ada di dalam rokok, termasuk nikotin, dapat memengaruhi hormon estrogen dan progesteron yang berperan dalam siklus menstruasi. 5. Hormon prolaktin berlebih Menstruasi terlambat dapat disebabkan oleh produksi hormon prolaktin yang tidak normal. Hormon yang dihasilkan di kelenjar pituitari ini akan meningkat pada masa menyusui, tetapi juga bisa terjadi akibat kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal, hipotiroid, dan tumor kelenjar pituitari di otak. Peningkatan hormon prolaktin ini dapat memengaruhi kinerja hormon lain, yaitu estrogen dan progesteron yang berperan dalam proses menstruasi sehingga dapat memicu telat haid. 6. Efek pil KB Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang dapat mencegah pelepasan sel telur. Agar siklus menstruasi Anda kembali normal, diperlukan waktu hingga enam bulan setelah berhenti mengonsumsi pil KB. Jenis alat kontrasepsi lain yang juga dapat menyebabkan menstruasi terlambat adalah KB implan dan suntik KB. 7. PCOS polycystic ovary syndrome PCOS adalah suatu kondisi yang menyebabkan tubuh Anda memproduksi lebih banyak hormon androgen. Kondisi ini bisa membuat menstruasi tidak teratur atau bahkan menghentikannya. Penyebab PCOS belum diketahui secara pasti, tetapi diduga berkaitan dengan kondisi lain, seperti resistensi insulin dan sindrom metabolik. Selain mentruasi terlambat, gejala PCOS lainnya adalah kulit berminyak atau berjerawat, berat badan meningkat secara tiba-tiba, dan muncul bercak-bercak gelap pada kulit. 8. Penyakit kronis Penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit celiac, dapat memengaruhi siklus menstruasi. Gula darah yang tidak stabil berkaitan erat dengan perubahan hormon. Oleh karena itu, diabetes yang tidak terkontrol membuat menstruasi menjadi tidak teratur. Sementara itu, penyakit celiac menyebabkan peradangan yang dapat menimbulkan kerusakan pada usus kecil. Kondisi ini bisa menghalangi tubuh menyerap nutrisi penting hingga menyebabkan menstruasi terlambat. 9. Gangguan tiroid Kelenjar tiroid berfungsi mengatur metabolisme tubuh. Jika hormon ini tidak bekerja dengan baik, menstruasi pun bisa terganggu. Kelenjar tiroid bermasalah dapat dikenali dengan gejala berupa lelah, penurunan berat badan secara drastis, rambut rontok, dan sensitif terhadap suhu panas atau dingin. Namun, Anda tidak perlu khawatirdan karena gangguan pada tiroid dapat ditangani dengan obat-obatan dan operasi. Menstruasi pun akan kembali normal setelah gangguan tiroid ditangani oleh dokter. 10. Menopause dini Menopause dini terjadi ketika ovarium berhenti bekerja sebelum seorang wanita berusia 40 tahun. Menopause dini menyebabkan pelepasan sel telur berhenti, yang juga ditandai dengan gejala menstruasi terlambat, berkeringat saat malam, dan sulit tidur. Namun, jika Anda berusia lebih dari 40 tahun dan menunjukkan gejala menstruasi terlambat, menstruasi lebih lama, atau terjadi perdarahan setelah berhubungan seks, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Hal ini bisa menjadi gejala penyakit polip serviks, polip endometrium, atau kanker endometrium. Jika mengalami menstruasi terlambat lebih dari tiga periode secara berturut-turut dan tes kehamilan menunjukkan hasil negatif, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memastikan penyebab menstruasi terlambat yang Anda alami dan menentukan penanganan sesuai kondisi kesehatan Anda.